BERITA TERKINI
Airlangga Dorong Perluasan QRIS ke Negara-Negara Anggota APEC

Airlangga Dorong Perluasan QRIS ke Negara-Negara Anggota APEC

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan perluasan penggunaan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Ia menyebut digitalisasi pembayaran Indonesia telah merambah sejumlah negara, dan upaya perluasan akan terus didorong melalui kerja sama di kawasan.

“Digitalisasi pembayaran Indonesia sebenarnya sudah masuk ke Korea, Jepang, dan kawasan Timur Tengah. Dengan negara APEC lainnya, ini akan terus kita dorong,” ujar Airlangga usai menghadiri APEC Business Council Meeting di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.

Menurut Airlangga, digitalisasi sistem pembayaran lintas negara menjadi agenda penting yang terus didorong Indonesia. Ia menilai QRIS berpotensi mempermudah transaksi perdagangan dan pariwisata antarnegara di kawasan Asia Pasifik.

Selain melalui APEC, Airlangga mengatakan Indonesia juga aktif mendorong integrasi sistem pembayaran digital di kawasan ASEAN. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas ekonomi regional sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi lintas batas.

Airlangga menilai APEC sebagai forum strategis karena mencakup kekuatan ekonomi utama dunia, termasuk Amerika Serikat dan Cina. Karena itu, Indonesia berkepentingan memastikan kerja sama di dalam APEC berjalan efektif dan saling menguntungkan, termasuk melalui penguatan infrastruktur digital.

Di sisi perdagangan, pemerintah disebut terus mendorong peningkatan ekspor ke negara-negara anggota APEC. Sejumlah sektor unggulan masih menjadi andalan, seperti komoditas logam, kelapa sawit, serta produk industri padat karya—antara lain tekstil, furnitur, pakaian jadi, dan alas kaki.

Airlangga juga menyampaikan bahwa produk pertanian dan perikanan, termasuk udang, akan terus diperkuat daya saingnya di pasar kawasan. “Ini sektor-sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor kita dan masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan,” kata dia.