Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan diplomasi ekonomi global Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah membuka akses ke hampir seluruh pasar dunia. Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2).
Acara tersebut turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, serta sejumlah duta besar negara sahabat, pelaku dunia usaha, perwakilan dana pensiun, asuransi, sekuritas, lembaga pemeringkat, ekonom, dan akademisi.
Dalam pemaparannya, Airlangga merinci sejumlah proses diplomasi dan kerja sama ekonomi yang tengah dan akan ditempuh pemerintah. Salah satunya adalah perundingan Indonesia-Uni Eropa melalui EU-CEPA, yang disebut akan membuat barang Indonesia bertarif 0 persen pada 2027.
Airlangga juga menyebut penguatan akses pasar melalui perjanjian lain, termasuk Indonesia-Canada CEPA serta kerja sama Indonesia dengan kawasan Eurasia melalui Indonesia-Eurasia (IE-EAEU). Menurutnya, langkah-langkah tersebut membuka akses pasar hingga mencakup 14,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) global.
Selain itu, pemerintah juga memulai kerja sama dengan Inggris melalui skema Economic Growth Partnership. Airlangga menyebut kerja sama tersebut menjadi awal menuju perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Inggris.
Terkait hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat, Airlangga mengatakan penandatanganan tarif diproyeksikan akan dilakukan dalam waktu dekat.

