Perusahaan-perusahaan di kawasan Asia-Pasifik (APAC) kian gencar mengadopsi kecerdasan buatan (AI) ke dalam berbagai layanan digital. Namun, tren ini dinilai turut membuka celah keamanan pada fondasi Application Programming Interface (API) yang digunakan untuk menghubungkan dan menjalankan layanan tersebut.
Dalam laporan State of the Internet (SOTI) 2026, Akamai menyoroti bahwa meningkatnya ketergantungan pada AI memunculkan risiko kerentanan baru. Menurut laporan itu, laju inovasi yang cepat tidak selalu diikuti oleh kematangan sistem keamanan siber di perusahaan.
Akamai mencatat, sepanjang 2025 terdapat hampir 65 miliar serangan yang menargetkan aplikasi web dan API di kawasan Asia-Pasifik. Jumlah tersebut disebut meningkat 23% dibandingkan tahun sebelumnya.