Sebanyak 95 negara dilaporkan telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga energi global. Di saat tren kenaikan terjadi di berbagai kawasan, Indonesia memilih mempertahankan harga BBM subsidi dengan menyerap tekanan biaya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kebijakan menahan harga BBM subsidi ditempuh untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik. Menurutnya, tekanan harga energi global tidak langsung dibebankan kepada masyarakat.
“Tidak (BBM tidak naik). Jadi kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau kita lepaskan, nanti kayak negara-negara lain pada panik orang-orang,” ujar Purbaya dikutip dari ANTARA.
Data Global Petrol Prices menunjukkan kenaikan harga BBM terjadi di puluhan negara dengan besaran yang bervariasi. Kenaikan itu dipicu lonjakan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir. Di sejumlah negara Asia dan kawasan berkembang, kenaikan harga di tingkat konsumen dilaporkan cukup signifikan dan berdampak pada biaya transportasi serta harga barang.
Berbeda dengan negara-negara yang menaikkan harga BBM, Indonesia masih mempertahankan harga BBM subsidi. Pemerintah menilai langkah ini diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus stabilitas ekonomi nasional.
Namun, kebijakan tersebut berimplikasi pada meningkatnya beban anggaran negara. Setiap kenaikan harga minyak dunia di atas asumsi yang ditetapkan dalam APBN akan menambah kebutuhan subsidi energi.
Pemerintah menetapkan asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sekitar 70 dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak global dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan telah melampaui angka tersebut. Selisih antara asumsi dan harga aktual menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan beban subsidi energi.
Merespons tekanan tersebut, Purbaya menyampaikan pemerintah menyiapkan langkah penyesuaian fiskal melalui kombinasi penghematan dan peningkatan pendapatan negara guna menjaga kesehatan APBN.
“Kita akan melakukan langkah-langkah entah penghematan, entah ini peningkatan pendapatan supaya APBN kita aman,” ujarnya.
Pemerintah juga menilai dampak kenaikan harga energi global berpotensi merambat ke berbagai sektor ekonomi. Kenaikan biaya transportasi, misalnya, dapat memengaruhi harga barang dan jasa di dalam negeri. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas harga energi dan ketahanan fiskal sebagai bagian dari strategi menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

