BERITA TERKINI
20 Negara Bersiap Amankan Pelayaran di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Iran-AS

20 Negara Bersiap Amankan Pelayaran di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Iran-AS

Sebanyak 20 negara dilaporkan bersiap terlibat dalam upaya pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, menyusul meningkatnya eskalasi konflik global yang berdampak pada distribusi energi dunia. Inisiatif ini dipimpin oleh Inggris sebagai respons atas gangguan yang dinilai serius terhadap stabilitas pasokan energi internasional.

Langkah kolektif tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat beserta sekutunya. Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis pengiriman energi kini disebut menjadi titik krisis yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Pada tahap awal, enam negara—Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang—lebih dulu menyatakan komitmen bersama untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga keamanan pelayaran internasional di kawasan tersebut.

Dalam pernyataan bersama yang dikutip dari Sputnik Internasional, keenam negara menyatakan kesiapan untuk berkontribusi demi memastikan pelayaran tetap aman di Selat Hormuz, sekaligus menyambut komitmen negara-negara lain yang terlibat dalam rencana persiapan pengamanan.

Mereka menegaskan bahwa gangguan terhadap jalur logistik energi tidak hanya menjadi isu regional, melainkan dapat berdampak lebih luas terhadap perdamaian dan keamanan global. Pernyataan itu juga menyoroti pentingnya menghentikan serangan terhadap infrastruktur sipil, dengan penekanan pada perlindungan fasilitas energi seperti minyak dan gas yang menjadi penopang pasokan global.

“Gangguan terhadap pelayaran internasional dan rantai pasok energi global merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan global,” demikian salah satu isi pernyataan tersebut.

Seiring perkembangan situasi, partisipasi negara-negara yang terlibat dilaporkan meningkat. Pembaruan terbaru menyebut jumlahnya bertambah menjadi 20 negara yang siap berkontribusi dalam pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Negara tambahan yang bergabung antara lain Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Denmark, serta sejumlah negara Nordik seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia. Bertambahnya dukungan lintas kawasan ini menunjukkan bahwa isu keamanan Selat Hormuz telah menjadi perhatian global.