BERITA TERKINI
10 Produk Unitlink Saham dengan Return Tertinggi per April 2026

10 Produk Unitlink Saham dengan Return Tertinggi per April 2026

Rata-rata kinerja unitlink berbasis saham tercatat menjadi yang terkontraksi paling dalam sepanjang tahun berjalan. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink saham terkontraksi 4,75% per April 2026.

Meski demikian, secara rinci terdapat sejumlah produk yang mampu membukukan return tertinggi pada periode tersebut. Posisi pertama ditempati Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dengan return 40,80% per April 2026. Di peringkat kedua ada Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - USD, juga dari PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, yang mencatat return 36,90%.

Peringkat ketiga diisi Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah - IDR dengan return 27,41%. Produk sejenis dalam denominasi dolar AS, Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah - USD, berada di posisi keempat dengan imbal hasil 23,88%.

Pada posisi kelima, produk USD Prime Emerging Market Equity Fund milik PT AIA Financial membukukan return 19,83% per April 2026. Selanjutnya, posisi keenam ditempati Smartwealth Dollar Asia Pacific Class B Fund milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia dengan return 17,78%.

Di peringkat ketujuh, PT Asuransi Allianz Life Indonesia kembali menempatkan produknya, Smartwealth Dollar Asia Pacific Fund, dengan return 17,78%. Posisi kedelapan ditempati Mandiri Golden Offshore USD milik PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) dengan imbal hasil 17,77%.

Peringkat kesembilan diisi FWD USD Equity Plus Fund milik PT FWD Insurance Indonesia yang mencetak return 17,24%. Sementara posisi kesepuluh ditempati Smartwealth Dollar Equity Global Artificial Intelligence Fund milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia dengan return 15,02% per April 2026.

Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menjelaskan kontraksi return unitlink saham tidak terlepas dari tekanan pada kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun menurutnya, kontraksi per April 2026 lebih baik dibandingkan kinerja IHSG, serta membaik dibandingkan posisi per Maret 2026 yang sebesar 7,11%.

“Sebetulnya melihat koreksi pada IHSG, maka kinerja unitlink saham sudah sangat baik. Penurunan jauh lebih kecil yang memperlihatkan pengelolaan lebih prudent dan konservatif,” ujar Wawan pada Kamis (7/5/2026).

Wawan juga memperkirakan kinerja unitlink saham pada tahun ini akan cukup menantang, seiring masih adanya gejolak geopolitik akibat perang Iran–Amerika Serikat.

Selain unitlink saham, data Infovesta menunjukkan unitlink berbasis campuran juga melemah dengan rata-rata return terkontraksi 3,62% per April 2026. Unitlink pendapatan tetap turut terkontraksi 0,97%. Sementara itu, hanya unitlink berbasis pasar uang yang mencatatkan kinerja positif, dengan rata-rata return 1,04% per April 2026.