Pandemi virus corona masih berlangsung di berbagai negara. Secara global, jumlah kasus COVID-19 telah melampaui 14 juta, dengan angka kematian lebih dari 600 ribu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rekor penambahan kasus harian sebanyak 237 ribu lebih dalam 24 jam. Selain itu, untuk pertama kalinya, total kasus global bertambah 1 juta hanya dalam waktu kurang dari 100 jam.
Berikut sejumlah perkembangan terkait COVID-19 pada Sabtu (18/7).
Kasus global bertambah 1 juta dalam 100 jam
Lonjakan 1 juta kasus positif secara global terjadi dalam waktu kurang dari 100 jam. Pada awal kemunculannya di China pada Januari 2020, dunia membutuhkan sekitar tiga bulan untuk mencapai 1 juta kasus.
Namun, sejak 13 Juli, jumlah kasus meningkat dari 13 juta menjadi 14 juta hanya dalam sekitar 4 hari atau 96 jam.
Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah kasus positif terbanyak di dunia, mencapai sekitar 3,7 juta.
WHO catat rekor penambahan 237 ribu kasus dalam 24 jam
WHO mencatat penambahan 237.743 kasus positif pada Jumat (17/7), menjadi rekor tertinggi dalam 24 jam. Rekor sebelumnya tercatat pada 12 Juli dengan 230.370 kasus.
WHO juga menyebut angka kematian pada bulan Juli relatif stabil, dengan rata-rata kurang dari 5.000 jiwa per hari.
Penambahan kasus terbesar dilaporkan berasal dari Amerika Serikat, Brasil, India, dan Afrika Selatan, yang berada di jajaran negara dengan jumlah pasien COVID-19 terbanyak.
Amerika Serikat catat lonjakan 77.638 kasus
Amerika Serikat menjadi salah satu penyumbang terbesar penambahan kasus harian dunia. Pada Jumat (17/7), negara itu melaporkan tambahan 77.638 kasus baru. Selama dua hari berturut-turut, penambahan kasus harian di AS tercatat melampaui 70 ribu.
Total kasus positif di AS mencapai 3,64 juta, dengan jumlah kematian 139.128 orang.
Argentina berencana melonggarkan lockdown
Di tengah situasi pandemi di Amerika Selatan, Argentina berencana melonggarkan kebijakan lockdown secara bertahap mulai 2 Agustus. Presiden Alberto Fernandez menyatakan penyebaran virus di negaranya berhasil diperlambat setelah lockdown diberlakukan selama empat bulan dan diperketat pada awal Juli.
Argentina mencatat total 114.783 kasus positif dengan 2.133 kematian. Angka tersebut disebut relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain di Amerika Selatan.

