Pemerintah memanfaatkan perayaan Imlek tahun ini tidak hanya sebagai agenda budaya, tetapi juga sebagai panggung diplomasi ekonomi kreatif. Melalui Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara, Kementerian Ekonomi Kreatif ingin menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen talenta yang mampu bersaing di tingkat global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan festival tersebut menjadi langkah untuk mendiplomasikan kekayaan budaya Nusantara sekaligus menampilkan talenta terbaik dari sektor ekonomi kreatif.
“Kita ingin menyampaikan bahwa kita sudah ada di panggung dunia. Talenta Indonesia bukan hanya dikenal di sini, kita menjadi tuan rumah di negara sendiri dan merajalela di kancah dunia. Itu pesan yang mau kita keluarkan,” kata Irene, Minggu, 22 Februari 2026.
Salah satu tema yang diangkat dalam festival itu adalah Indonesia Wave x K-Pop. Dalam konsep tersebut, Irene menyebut penyanyi Yun Jian berkolaborasi dengan Saniyah dalam satu panggung.
Irene menilai kolaborasi dengan musisi Korea Selatan itu sebagai bukti bahwa talenta Indonesia telah mendapat tempat di Korea Selatan. Menurutnya, anggapan bahwa Indonesia hanya menjadi negara konsumen tidak tepat, karena talenta dari Indonesia sudah banyak yang berkarya di Korea dan mendapat respons positif.
“Jadi kalau misalnya kita dibilang kita itu Indonesia hanya sebagai sebuah negara konsumen, itu tidaklah benar. Karena talenta-talenta dari Indonesia sudah banyak yang maju ke Korea dan orang Koreanya suka banget. Ini bukan hanya keroncong, bukan hanya dangdut tapi ada satu contoh yang akan diperlihatkan,” tuturnya.
Ia juga menyoroti hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Selatan yang telah terjalin lama. Karena itu, Irene menilai kolaborasi lintas negara di sektor kreatif dapat menggali potensi baru sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai alat diplomasi.
“Jadi hari ini di dalam stage ini, ini bukanlah sebuah pembukaan tapi sebuah pre-opening untuk memperlihatkan bagaimana ekonomi kreatif bisa menjadi diplomacy tools antar dua negara,” kata Irene.
Sementara itu, Chief Representative KOCCA Indonesia Lee Gi Haun berharap kolaborasi musik antara Indonesia dan Korea Selatan semakin aktif dan erat. Ia menilai kerja sama yang kuat dapat mendorong kemajuan industri konten dan musik kedua negara.
“Kami akan terus melangkah dan bekerja sama di masa mendatang,” ujar Lee.
Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara digelar pada 17 Februari hingga 3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta. Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari 2026, dengan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik dan tari tradisional, serta penampilan seniman nasional.
Selain pertunjukan seni, festival ini juga menghadirkan Festival Lentera, pasar kuliner, seni dan kreatif, museum terbuka bertema akulturasi budaya Tionghoa, cek kesehatan gratis, serta instalasi film seperti “Jumbo” dan “Pelangi di Mars”.

