BERITA TERKINI
Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Kinerja Emiten dan Memanasnya Ketegangan Dagang AS-China

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Kinerja Emiten dan Memanasnya Ketegangan Dagang AS-China

Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (15/10) waktu setempat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat, sementara Dow Jones melemah tipis, di tengah kombinasi laporan keuangan perusahaan yang solid dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China.

Penguatan S&P 500 dan Nasdaq mencerminkan sentimen investor yang masih positif terhadap kinerja kuartal ketiga, terutama setelah Morgan Stanley dan Bank of America membukukan hasil yang melampaui ekspektasi pasar.

Namun, kekhawatiran kembali muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mempertimbangkan pemutusan sebagian hubungan dagang dengan China. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas keputusan Beijing yang menghentikan pembelian kedelai dari Amerika.

Sebelumnya, pemerintah China juga memperluas pembatasan ekspor rare earth, yaitu logam penting yang digunakan dalam industri teknologi tinggi. Menanggapi kebijakan tersebut, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyebut langkah Beijing sebagai perebutan kekuasaan atas rantai pasok global. Meski demikian, Greer bersama Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan Washington tidak ingin memperburuk konflik dagang yang sudah berlangsung.

Presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia, Peter Tuz menilai pasar masih dibayangi ketidakpastian mengenai dampak tarif dan perlambatan pasar tenaga kerja. “Ada ketakutan di luar sana, dan kita benar-benar tidak tahu bagaimana tarif serta melambatnya pasar tenaga kerja akan memengaruhi pengeluaran konsumen dan kondisi keuangan perusahaan ke depan,” ujarnya.

Pada penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 17,15 poin atau 0,04% menjadi 46.253,31. S&P 500 naik 26,75 poin atau 0,40% ke 6.671,06, sedangkan Nasdaq Composite menguat 148,38 poin atau 0,66% ke 22.670,08.

Dari pasar global, saham Eropa turut menguat. Laporan keuangan positif dari LVMH mendorong kenaikan saham-saham barang mewah dan mengurangi kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi. Indeks MSCI global naik 0,75% ke level 985,67.

Di pasar komoditas, harga emas kembali menguat seiring investor mencari aset aman di tengah meningkatnya tensi dagang. Sementara itu, harga minyak mentah terkoreksi setelah sebelumnya sempat naik.

Di pasar valuta asing, dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Indeks dolar turun 0,36% ke 98,71. Euro naik 0,34% menjadi USD 1,1645, sedangkan dolar AS melemah 0,37% terhadap yen menjadi 151,27.

Di pasar obligasi, yield US Treasury bergerak naik seiring meningkatnya ketidakpastian. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik menjadi 4,04%, sementara tenor 2 tahun naik ke 3,501%.