Tekanan ekonomi global mulai dirasakan hingga ke daerah. Menyikapi kondisi tersebut, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batu diminta lebih adaptif dalam membaca situasi serta menyesuaikan pola kerja.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Batu Nurochman kepada seluruh ASN Pemkot Batu. Ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran, penyesuaian sistem kerja, serta penguatan pelayanan publik agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal di tengah dinamika ekonomi global.
Menurut Nurochman, gejolak geopolitik dunia berdampak sampai ke tingkat daerah. Kondisi ini berpotensi menekan aktivitas ekonomi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi pendapatan daerah maupun keberlangsungan sektor usaha.
“Kondisi global ini berdampak sampai ke daerah. Karena itu kita harus membaca situasi dengan baik dan mengambil langkah strategis, termasuk mengoptimalkan potensi daerah yang kita miliki,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Salah satu contoh yang disorot adalah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang dinilai berpotensi mengurangi kegiatan di hotel. Nurochman menyebut dampaknya dapat berantai, mulai dari sektor perhotelan, penerimaan pajak daerah, hingga keberlangsungan tenaga kerja.
Karena itu, ia menilai pemerintah daerah perlu menjaga keseimbangan antara efisiensi belanja dengan keberlanjutan ekonomi daerah.
Dalam penyesuaian kebijakan, Pemkot Batu mulai menerapkan kombinasi pola kerja Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) secara terbatas. Skema ini telah diberlakukan pada Jumat, 10 April 2026.
Meski demikian, pelayanan publik disebut tetap menjadi prioritas utama. Perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diminta memastikan layanan berjalan normal tanpa gangguan.
Untuk menekan belanja operasional, Nurochman juga menginstruksikan pengurangan rapat tatap muka dalam skala besar, pembatasan perjalanan dinas, serta optimalisasi rapat daring sebagai alternatif yang lebih efisien.
Ia menegaskan pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci agar koordinasi tetap efektif tanpa menambah beban anggaran. “Manfaatkan teknologi informasi. Rapat atau studi komparasi tidak harus selalu datang langsung jika bisa dilakukan secara daring dengan hasil yang sama,” katanya.
Melalui langkah efisiensi tersebut, Pemkot Batu berharap kinerja pemerintahan tetap terjaga sekaligus mampu menghadapi tekanan ekonomi global secara lebih adaptif dan terukur.