Vietnam mempercepat pembangunan pulau di Kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan sepanjang tahun ini, menurut lembaga kajian Amerika Serikat.
Perluasan terbaru mencakup delapan karang yang sebelumnya tidak termasuk dalam proyek reklamasi yang dikerjakan Hanoi sejak 2021. Informasi tersebut tercantum dalam laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang dirilis pada Jumat.
Berdasarkan citra satelit, seluruh 21 pos militer Vietnam di Spratly kini memiliki daratan buatan. Temuan ini disebut sebagai perubahan besar dibandingkan empat tahun lalu, ketika 11 pos masih berupa karang dengan bangunan sederhana, menurut Asia Maritime Transparency Initiative yang berada di bawah CSIS.
CSIS juga memperkirakan hingga Maret, Vietnam telah membangun sekitar 70% dari total daratan buatan di Spratly dibandingkan dengan yang dibangun China.

