Perwakilan Tinggi Uni Eropa (UE) untuk Urusan Luar Negeri, Kaja Kallas, menuduh Rusia memberikan dukungan intelijen kepada Iran di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Kallas kepada wartawan saat pertemuan G7 di Prancis pada Kamis malam, 26 Maret.
Kallas menyebut UE melihat adanya bantuan intelijen dari Rusia yang, menurutnya, digunakan Iran untuk menargetkan warga Amerika. Ia juga menuding Rusia mendukung Iran dengan drone sehingga Iran dapat menyerang negara-negara tetangga serta pangkalan militer Amerika Serikat.
Konflik tersebut, menurut Kallas, bermula dari serangan besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari. Meski melontarkan tuduhan terhadap Rusia, Kallas menyatakan bahwa jika perang ingin diakhiri, serangan AS-Israel terhadap Iran perlu dihentikan.
Dalam kesempatan yang sama, Kallas juga menyerukan agar Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Rusia, terutama terkait perang di Ukraina. Ia menilai konflik di Timur Tengah dan perang di Ukraina saling berkaitan.
Menurut Kallas, jika Amerika Serikat ingin perang di Timur Tengah berhenti dan Iran menghentikan serangan terhadap mereka, maka Washington juga perlu menekan Rusia agar tidak dapat membantu Iran.
Sementara itu, Rusia sebelumnya membantah isu dukungan intelijen kepada Iran. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa banyak kebohongan disebarkan media dan meminta agar hal tersebut tidak dihiraukan.

