Uni Eropa kembali meningkatkan tekanan terhadap Rusia dengan menuding Moskow memberikan bantuan kepada Iran, yang dinilai turut memperpanjang konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan pihaknya akan mengangkat isu tersebut kepada Amerika Serikat. Ia menyebut Rusia diduga memberikan dukungan intelijen yang digunakan untuk menargetkan pasukan dan sasaran militer AS.
“Rusia membantu dengan intelijen untuk menargetkan pasukan dari Amerika Serikat,” kata Kallas, seperti dikutip Reuters.
Selain dugaan dukungan intelijen, Rusia juga disebut memasok teknologi drone yang digunakan dalam serangan terhadap negara tetangga serta pangkalan militer AS di Timur Tengah. Kallas juga menyampaikan kemungkinan Rusia menyediakan citra satelit kepada Iran dan membantu meningkatkan kemampuan drone Iran agar setara dengan teknologi yang digunakan Moskow dalam perang di Ukraina.
Rusia membantah tuduhan tersebut dan menegaskan tidak pernah memberikan intelijen terkait target militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Di sisi lain, Iran dilaporkan melancarkan berbagai serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer dan fasilitas milik Israel dan Amerika Serikat. Teheran juga disebut berperan dalam terganggunya ekspor energi global melalui Selat Hormuz.
Prancis sebelumnya merespons situasi terkait Selat Hormuz dengan menginisiasi pembicaraan bersama puluhan negara untuk merancang misi pembukaan kembali jalur tersebut. Namun, Paris menegaskan langkah itu baru dilakukan setelah konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat berakhir.
Menurut Prancis, inisiatif tersebut bersifat defensif dan tidak terkait langsung dengan operasi militer yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Dalam rencana awal, misi internasional diperkirakan berlangsung dalam dua tahap: pembersihan ranjau laut (mine-hunting) dan dilanjutkan dengan pengamanan kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.
Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya menyatakan keterlibatan internasional baru akan dilakukan setelah konflik mereda, dengan mempertimbangkan stabilitas kawasan serta persetujuan dari Iran.

