BERITA TERKINI
Uni Eropa Tegaskan Kontrol atas Aset Rusia, Tolak Permintaan Trump untuk Akses Dana

Uni Eropa Tegaskan Kontrol atas Aset Rusia, Tolak Permintaan Trump untuk Akses Dana

Para pemimpin Uni Eropa menolak permintaan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Washington dapat mengakses sebagian aset Rusia yang dibekukan di Eropa. Mereka menegaskan bahwa keputusan mengenai nasib aset tersebut merupakan kewenangan pihak Eropa, mengingat sebagian besar aset berada di lembaga keuangan di wilayah mereka.

Aset Rusia yang dibekukan disebut mencapai sekitar 300 miliar euro. Aset itu mencakup berbagai bentuk, mulai dari rekening bank, surat berharga, properti, hingga kapal pesiar. Uni Eropa selama ini membahas kemungkinan pemanfaatannya sebagai cara untuk membuat Rusia menanggung biaya akibat perang yang dilancarkannya di Ukraina.

Di tengah pembahasan tersebut, muncul tekanan dari Trump yang ingin mengakses sekitar 86 miliar euro untuk kepentingan pemerintah dan perusahaan AS. Namun, pihak Eropa menyatakan tetap ingin mempertahankan kontrol penuh atas aset yang berada di yurisdiksi mereka.

Mayoritas aset itu berada di Euroclear, lembaga berbasis di Brussels, dan diskusi mengenai bentuk pemanfaatannya masih berlangsung. Sejumlah kekhawatiran hukum juga mengemuka, terutama dari Belgia, yang menolak terlibat langsung karena khawatir suatu saat dapat diminta mengembalikan dana tersebut kepada Rusia.

Trump juga mengusulkan agar Amerika Serikat dan Rusia diberi suara dalam penggunaan aset yang dibekukan. Usulan ini menuai kritik dari sejumlah pakar yang menilai langkah tersebut dapat melemahkan posisi Eropa.

Tokoh-tokoh Uni Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, menegaskan bahwa keputusan terkait aset Rusia yang dibekukan harus tetap berada di tangan Eropa tanpa campur tangan langsung dari Amerika Serikat. Di saat yang sama, Uni Eropa disebut berupaya menyelesaikan perbedaan internal agar dapat mengambil langkah yang lebih tegas dalam beberapa bulan mendatang, termasuk kemungkinan memberikan pinjaman reparasi kepada Ukraina dengan memanfaatkan aset tersebut.