BERITA TERKINI
Uni Eropa Tegaskan Damai untuk Ukraina Tak Boleh Berujung Kapitulasi di Tengah Sinyal Proposal AS

Uni Eropa Tegaskan Damai untuk Ukraina Tak Boleh Berujung Kapitulasi di Tengah Sinyal Proposal AS

Para menteri luar negeri Uni Eropa menyatakan tidak akan menerima tuntutan konsesi yang dinilai menghukum dari Kyiv, menyusul sinyal bahwa Washington mendorong Ukraina menerima kerangka kerja perdamaian yang disusun Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.

Dua orang yang mengetahui rencana perdamaian bersyarat tersebut mengatakan kepada Reuters pada Rabu (19/11) bahwa AS telah memberi sinyal kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bahwa Ukraina perlu menerima kerangka yang mencakup konsesi wilayah serta pembatasan angkatan bersenjata Ukraina. Kedua sumber meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitivitas isu.

Percepatan diplomasi AS terjadi pada saat yang sulit bagi Kyiv. Pasukan Ukraina disebut berada di bawah tekanan di medan tempur, sementara pemerintahan Zelenskiy diguncang skandal korupsi. Parlemen Ukraina juga memecat dua menteri kabinet pada Rabu (19/11).

Dari Moskow, Kremlin meremehkan inisiatif baru dari AS. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan tidak ada konsultasi yang sedang berlangsung. “Konsultasi saat ini tidak sedang berlangsung. Ada kontak, tentu saja, tapi tidak ada proses yang bisa disebut konsultasi,” ujarnya.

Peskov menambahkan Rusia tidak memiliki tambahan selain posisi yang disampaikan Presiden Vladimir Putin dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump pada Agustus. Ia menegaskan setiap kesepakatan harus menangani “akar penyebab konflik”, frasa yang selama ini digunakan Moskow untuk merujuk pada tuntutannya.

Sementara itu, para menteri luar negeri Uni Eropa yang bertemu di Brussels, Belgia, berhati-hati untuk tidak mengomentari secara rinci rencana perdamaian AS yang belum dipublikasikan. Namun mereka menekankan prinsip bahwa perdamaian tidak boleh berarti penyerahan diri.

“Ukraina menginginkan perdamaian—perdamaian yang adil, menghormati kedaulatan semua pihak, perdamaian yang tahan lama dan tidak dapat dipertanyakan oleh agresi di masa depan,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot. “Tapi perdamaian bukan berarti kapitulasi.”

Gedung Putih belum memberikan komentar terkait proposal tersebut. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menulis di X bahwa Washington akan “terus mengembangkan daftar ide potensial untuk mengakhiri perang ini berdasarkan masukan dari kedua pihak dalam konflik ini”. Ia menambahkan, mencapai perdamaian yang tahan lama akan membutuhkan kedua pihak menyetujui konsesi yang sulit namun diperlukan.

Di sisi lain, delegasi Angkatan Darat AS yang dipimpin Sekretaris Angkatan Darat Dan Driscoll dan Kepala Staf Angkatan Darat Randy George berada di Kyiv dan diperkirakan bertemu Zelenskiy pada Kamis (20/11) malam. Pada Rabu (19/11) malam, delegasi itu bertemu dengan panglima tertinggi militer Ukraina Oleksandr Syrskyi.

Syrskyi mengatakan kepada mereka bahwa cara terbaik mencapai perdamaian yang adil adalah mempertahankan wilayah udara Ukraina, memperluas kemampuan serangan jarak jauh ke wilayah Rusia, serta menstabilkan garis depan.

Di tengah diplomasi yang bergulir, Rusia terus menggempur kota-kota dan infrastruktur Ukraina setiap malam. Serangan-serangan itu menewaskan warga sipil dan memicu pemadaman listrik saat musim dingin datang. Pihak berwenang mengatakan 22 orang masih hilang dan 26 orang tewas akibat serangan udara yang menghancurkan sebuah blok apartemen pada Rabu (19/11) pagi, yang disebut sebagai salah satu serangan terburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Di Ternopil, wilayah barat Ukraina yang berjarak ratusan mil dari medan tempur, asap masih mengepul dari reruntuhan bangunan saat tim berupaya mengamankan bangunan sekitar dan mengevakuasi lebih banyak jenazah. Ihor Cherepanskyi mengatakan ia mencari jenazah nenek buyutnya yang tinggal di lantai enam. Ia mengaku sempat berlari ke dalam gedung untuk menyelamatkannya, tetapi hanya mencapai lantai lima sebelum langit-langit runtuh. “Target strategis macam apa ini?” katanya.

Memasuki musim dingin keempat dalam perang paling mematikan di Eropa dalam delapan dekade terakhir, Rusia disebut perlahan maju dan bersiap merebut kota besar pertama dalam hampir dua tahun, yakni hub kereta api Pokrovsk di timur Ukraina. Moskow mengatakan penaklukan Pokrovsk akan memicu kemajuan lebih lanjut, sementara Kyiv menilai kemajuan Rusia memiliki signifikansi strategis terbatas, namun Ukraina tidak memiliki kemampuan untuk menghentikannya.

Ukraina juga mengatakan pada Kamis (19/11) bahwa pihaknya menerima 1.000 jenazah dari Rusia dalam pertukaran terbaru dari medan perang.

Rusia, yang melancarkan invasi penuh pada 2022, saat ini menguasai hampir seperlima wilayah Ukraina. Moskow menyatakan akan terus berperang kecuali Ukraina menyerahkan wilayah tambahan, menerima netralitas permanen, dan memangkas angkatan bersenjatanya. Ukraina menyebut tuntutan itu sama saja dengan kapitulasi.

Perang telah berlangsung tiga tahun, dengan kerugian besar di kedua pihak. Setelah pada bulan-bulan awal Ukraina menahan serangan Rusia di Kyiv dan merebut kembali sebagian wilayah, serangan balik Ukraina terhenti pada 2023. Sejak itu, Moskow disebut bergerak lambat namun konsisten, dengan kedua pihak terpisah oleh “tanah tak bertuan” yang hangus dan saling memburu menggunakan drone.

Di Washington, Presiden Donald Trump—yang kembali berkuasa tahun ini dengan janji mengakhiri perang dengan cepat—telah mengubah kebijakan AS dari dukungan tegas kepada Ukraina menjadi lebih menerima sebagian justifikasi Moskow atas invasinya. Namun, Trump juga menjatuhkan sanksi pada dua perusahaan minyak utama Rusia. Jumat, 21 November, disebut sebagai batas waktu bagi pembeli asing minyak Rusia untuk menghentikan pembelian mereka.