Perang Iran mengguncang pasokan minyak dan gas dunia dan mendorong Uni Eropa bergerak cepat untuk menahan dampaknya terhadap kawasan. Lonjakan harga energi menjadi perhatian utama di Brussel, seiring kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan dan tekanan ekonomi yang dapat menyusul.
Menurut laporan The Guardian yang dikutip pada Kamis, 12 Maret, harga minyak sempat melonjak dan mendekati US$120 per barel dalam kurun 24 jam. Kenaikan tajam tersebut membuat otoritas Uni Eropa serta negara-negara anggotanya sibuk menyiapkan langkah darurat untuk merespons situasi.
Langkah-langkah yang disiapkan itu diarahkan untuk meredam dampak kenaikan harga energi dan menjaga ketahanan pasokan di tengah ketidakpastian yang dipicu konflik. Namun, rincian kebijakan yang akan ditempuh belum dipaparkan dalam laporan tersebut.

