Serangan udara kembali mengguncang Ukraina. Di kawasan Odesa, petugas penyelamat berupaya memadamkan kebakaran di area permukiman setelah sebuah drone yang ditembak jatuh memicu api. Angkatan Udara Ukraina menyatakan telah menghancurkan 20 drone Rusia pada malam sebelumnya. Gubernur setempat menyebut insiden itu sebagai serangan udara Rusia ketiga dalam sepekan terakhir.
Di tengah situasi perang dan persiapan menghadapi musim dingin, para pemimpin Eropa bertemu di Brussels pada akhir pekan lalu untuk membahas permohonan Ukraina menjadi anggota Uni Eropa (UE). Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan 26 negara anggota mendukung proposal untuk mengkaji kerangka kerja multi-tahunan, namun jumlah itu belum cukup untuk menghasilkan keputusan yang mengikat secara hukum. UE memiliki 27 negara anggota, dan seluruhnya harus menyetujui jika ada negara baru yang ingin bergabung.
Menurut laporan tersebut, satu-satunya pemimpin yang menghambat langkah Ukraina adalah Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, yang disebut sebagai sekutu terkuat Presiden Rusia Vladimir Putin di antara para pemimpin negara anggota UE.
Setelah situasi yang digambarkan sebagai kemacetan dalam perundingan di Brussels, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan ia mengusulkan agar Orban keluar ruangan sementara 26 negara lainnya membahas paket bantuan senilai 50 miliar euro untuk Ukraina. Namun, prakarsa bantuan itu juga tidak mendapat dukungan dari Orban. Melalui media sosial, Orban menyebut keputusan tersebut “tidak masuk akal dan salah” serta menegaskan “Hungaria tidak akan mengubah posisinya.”
Meski belum tercapai kesepakatan penuh, para pemimpin Eropa tetap menyampaikan harapan bagi masa depan Ukraina. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pihaknya bekerja untuk mencapai hasil yang disepakati seluruh 27 negara anggota, tetapi juga menilai perlu meninjau opsi-opsi yang berpotensi agar tercapai solusi operasional apabila persetujuan 27 negara tidak dimungkinkan.
KTT di Brussels berlangsung bersamaan dengan konferensi pers akhir tahun Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Putin, yang baru-baru ini menyatakan keinginannya untuk kembali berkuasa satu masa jabatan lagi di Kremlin, mengatakan bantuan finansial bagi Ukraina akan segera berakhir. Ia juga memprediksi akan terjadi perpecahan di dalam Uni Eropa dan Kongres AS.
Perdebatan mengenai paket bantuan dan masa depan keanggotaan Ukraina di Uni Eropa dijadwalkan berlanjut pada Januari. Sementara itu, serangan drone di kawasan Kherson kembali menjadi pengingat bahwa perang pada musim dingin akan terus berlangsung, dengan atau tanpa bantuan pendanaan dari Barat.

