ABU DHABI – Ukraina dan Rusia menyepakati pertukaran total 314 tahanan dalam langkah diplomatik terbaru di tengah perang yang telah menewaskan ratusan ribu orang serta menghancurkan sebagian besar wilayah timur dan selatan Ukraina. Kesepakatan itu diumumkan setelah perundingan yang digambarkan “produktif” di Abu Dhabi, meski mediator Amerika Serikat menegaskan jalan menuju kesepakatan yang lebih luas masih panjang.
Utusan AS Steve Witkoff menyatakan kesepakatan pertukaran tahanan tersebut merupakan yang pertama dalam lima bulan terakhir. “Hari ini, delegasi AS, Ukraina, dan Rusia menyepakati pertukaran 314 tahanan, pertukaran pertama dalam lima bulan terakhir,” tulis Witkoff melalui akun media sosialnya pada hari kedua perundingan, Kamis (05/02/2026).
Kementerian Pertahanan Rusia kemudian mengonfirmasi bahwa masing-masing pihak menukar 157 tahanan. Meski pembicaraan disebut berlangsung secara “terperinci dan produktif,” Witkoff menurunkan ekspektasi terjadinya terobosan cepat. Ia menekankan, “Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.”
Perundingan berlangsung saat Kyiv menghadapi cuaca dingin yang berat, dengan sebagian besar ibu kota masih mengalami pemadaman pemanas. Kondisi itu terjadi setelah serangan Rusia melumpuhkan pasokan energi ke ratusan blok apartemen.
Pada hari pertama pembicaraan, pihak Ukraina menggambarkan negosiasi sebagai “substansif dan positif.” Dari pihak Rusia, negosiator Kirill Dmitriev juga menyatakan pertemuan bergerak maju. “Ada kemajuan, semuanya bergerak ke arah yang baik,” ujarnya.
Namun, belum ada kemajuan berarti pada isu wilayah yang menjadi salah satu perdebatan utama. Moskow disebut tetap menolak kompromi atas tuntutan utamanya. Sementara itu, utusan Rusia menuding sejumlah negara Eropa berupaya “mengganggu kemajuan,” tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Dalam pernyataan resmi Rabu (04/02/2026), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut sedikitnya 55 ribu tentara Ukraina telah tewas sejak invasi Rusia pada Februari 2022. Rusia belum merilis angka resmi, tetapi penelusuran BBC dan Mediazona memperkirakan lebih dari 160 ribu tentara Rusia tewas dalam konflik tersebut.
Pertukaran tahanan ini dinilai bersifat simbolis, tetapi menunjukkan jalur diplomasi masih terbuka di tengah perang berkepanjangan yang terus menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

