BERITA TERKINI
UE: Dukungan China ke Rusia Kian Menguat Memasuki Tahun Keempat Perang di Ukraina

UE: Dukungan China ke Rusia Kian Menguat Memasuki Tahun Keempat Perang di Ukraina

Ketika perang Rusia-Ukraina memasuki tahun keempat sejak invasi skala penuh pada Februari 2022, Uni Eropa menilai dukungan China terhadap Moskow justru semakin dalam. Perdebatan di kalangan pembuat kebijakan Barat mengenai apakah tekanan diplomatik dan sanksi dapat mendorong Beijing membatasi dukungannya dinilai belum membuahkan hasil.

Sejumlah pejabat senior Eropa mengatakan China telah menjadi jalur penyelamat ekonomi penting bagi Rusia. Dukungan itu disebut mengalir melalui pembelian energi, pasokan mineral penting yang dibutuhkan untuk produksi drone, serta aliran stabil barang penggunaan ganda seperti mikroelektronik dan peralatan industri.

“Itulah sebabnya kami terus berdialog dengan China untuk mengarahkan mereka pada titik yang tidak dapat dihindari ini,” kata seorang diplomat Uni Eropa yang berbicara dengan syarat anonim, sebagaimana dikutip dari Radio Free Europe/Radio Liberty, Selasa (24/2/2026).

Para pejabat dan analis menilai China belum memberikan bantuan militer langsung kepada Rusia. Namun, Beijing disebut terus memperluas kerja sama ekonomi, teknologi, dan diplomatik dengan Moskow. Kedekatan hubungan ini diperkirakan berlanjut sepanjang tahun ini, sekaligus membuat upaya pemerintah Eropa untuk memengaruhi China menjadi semakin sulit.

Sejumlah analis juga menyebut, kekhawatiran awal China terhadap dampak ekonomi perang kini berkurang. Mereka menilai Beijing menyimpulkan konflik tersebut menguntungkan karena membuat Eropa tetap terfokus pada Ukraina, bukan Asia. Dampak ekonomi terhadap China sejauh ini dinilai relatif kecil dan terutama terbatas pada kilang minyak independen serta perusahaan swasta tertentu.

“China tidak mengharapkan konsekuensi besar karena sejauh ini memang belum ada,” kata Eva Seiwert, analis senior di lembaga think tank MERICS, Berlin. Ia menambahkan, China memahami Eropa kemungkinan tidak akan menjatuhkan sanksi penuh dan berupaya menjaga dukungannya tetap berada di bawah ambang yang dapat memicu respons lebih besar.

Sejak Februari 2022, Uni Eropa telah memasukkan sejumlah perusahaan China ke dalam daftar hitam karena dianggap terlibat dalam rantai pasok atau aliran keuangan yang mendukung upaya perang Rusia. Daftar tersebut diperkirakan bertambah dalam paket sanksi ke-20 Uni Eropa yang dijadwalkan diumumkan pada 24 Februari, bertepatan dengan peringatan empat tahun invasi Rusia.

Meski demikian, langkah tersebut dinilai belum menghentikan dukungan China. Ketika India belakangan mulai mengurangi pembelian minyak Rusia, China justru meningkatkan impornya. Data perusahaan analitik Kpler menunjukkan impor minyak Rusia oleh China mencapai rekor tertinggi pada Februari, setelah meningkat dalam tiga bulan terakhir.