BERITA TERKINI
Trump Tegaskan Perang Dagang AS–China Dimulai Lagi, Bitcoin Sempat Terkoreksi Tajam

Trump Tegaskan Perang Dagang AS–China Dimulai Lagi, Bitcoin Sempat Terkoreksi Tajam

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa negaranya telah memasuki fase perang dagang aktif dengan China. Pernyataan tersebut memicu perhatian pasar global dan berdampak cepat pada berbagai instrumen keuangan, termasuk aset kripto.

Dalam konferensi pers di Washington, Trump menegaskan penerapan tarif impor 100% terhadap seluruh produk China. Ia menyebut kebijakan itu bukan sekadar ancaman, melainkan langkah nyata yang diklaim untuk melindungi keamanan nasional.

“Kalau kita tidak punya tarif, kita tidak punya pertahanan,” kata Trump. Ia juga menyebut tarif sebagai “senjata ekonomi” untuk menahan dominasi industri China di pasar global, di tengah spekulasi yang berkembang dalam beberapa hari terakhir mengenai arah kebijakan dagang baru AS.

Reaksi pasar kripto terjadi dalam waktu singkat. Harga Bitcoin (BTC) dilaporkan sempat turun dari sekitar US$121.560 ke bawah US$103.000 hanya dalam hitungan jam setelah pengumuman tarif pada Sabtu (11/10). Setelah itu, pergerakan harga mereda dan Bitcoin kembali stabil tipis di kisaran US$103.100 seiring pelaku pasar mencerna pernyataan Trump.

Penurunan cepat tersebut dinilai mencerminkan sensitivitas pasar kripto terhadap gejolak geopolitik dan isu makroekonomi, seperti tarif impor, inflasi, serta kebijakan perdagangan global. Pada saat yang sama, sebagian pengamat menilai pasar juga semakin terbiasa menghadapi pernyataan Trump yang kerap mengguncang pasar.

Dari sisi pemerintah AS, Menteri Keuangan Scott Bessent menuding China melakukan tindakan yang mengecewakan dan memperlambat perdagangan dunia. Ia menyoroti kebijakan pembatasan ekspor sumber daya penting, termasuk mineral langka, yang dinilai berpotensi mengganggu rantai pasokan global dan merugikan industri di berbagai negara.

“Jika Beijing mencoba memperlambat ekonomi global, justru China yang akan paling menderita,” ujar Bessent. Ia menambahkan AS bekerja sama dengan sekutu untuk mengalihkan rantai pasokan ke negara lain guna mengurangi ketergantungan pada industri China.

Meski bursa saham AS disebut sempat stabil setelah pengumuman, sejumlah analis memperingatkan risiko lanjutan. Tarif impor 100% dikhawatirkan memicu kenaikan harga berbagai barang, mulai dari elektronik dan tekstil hingga mesin industri, serta meningkatkan risiko resesi global jika China merespons dengan langkah serupa.

Bagi investor kripto, situasi ini dipandang dapat menjadi pedang bermata dua. Ketegangan geopolitik berpotensi mendorong arus modal keluar dari aset berisiko, namun di sisi lain Bitcoin juga kerap dipertimbangkan sebagai alternatif lindung nilai ketika ketidakpastian meningkat.

Dengan pernyataan Trump tersebut, perang dagang AS–China kembali menjadi faktor yang diperhitungkan pasar global. Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan, termasuk potensi respons dari Beijing, di tengah meningkatnya ketidakpastian yang turut memengaruhi pergerakan aset digital.