Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan percakapan telepon terbarunya dengan Presiden China Xi Jinping berlangsung “sangat baik” dan menilai hubungan Washington-Beijing “sangat kuat”. Menurut Trump, pembicaraan itu mencakup sejumlah isu internasional dan ekonomi, sekaligus menghasilkan kesepakatan yang dinilainya penting bagi sektor pertanian AS.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui unggahan di Truth Social pada Senin (24/11). Ia menyebut keduanya membahas berbagai topik, termasuk konflik Ukraina-Rusia, fentanyl, kedelai, serta produk pertanian lainnya.
“Kami telah mencapai kesepakatan yang baik, dan sangat penting, bagi para petani hebat kita — dan hal ini akan menjadi lebih baik,” tulis Trump dalam pernyataannya.
Trump juga mengatakan percakapan telepon itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan kedua pemimpin di Korea Selatan pada bulan sebelumnya, yang ia sebut “sangat sukses”. Ia menambahkan, menurutnya terdapat “kemajuan signifikan di kedua belah pihak” untuk menjaga agar perjanjian tetap “terkini dan akurat”.
Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan Xi mengundangnya untuk berkunjung ke Beijing pada April tahun depan, dan undangan itu telah diterimanya. Trump menyatakan ia juga mengundang Xi untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada akhir tahun ini.
“Hubungan kita dengan China sangat kuat!” kata Trump, seraya menambahkan bahwa kedua negara sepakat perlunya komunikasi yang lebih sering.
Sementara itu, kantor berita pemerintah China, Xinhua, melaporkan bahwa kedua pemimpin membahas kerja sama bilateral dan isu Taiwan dalam percakapan telepon tersebut. Menurut laporan itu, Xi menggambarkan pertemuan dengan Trump di Busan sebagai pertemuan yang “sukses” dan menghasilkan banyak “pemahaman bersama yang penting”, yang disebut membantu mengkalibrasi ulang arah hubungan China-AS.
Laporan lain menyebut panggilan telepon itu dimulai oleh Xi. Trump dan Xi sebelumnya bertemu pada Oktober lalu untuk pertama kalinya sejak 2019, di tengah perang dagang dan perselisihan yang mencakup berbagai isu, dari logam tanah jarang hingga kedelai dan biaya masuk pelabuhan.

