Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dinilai efektif dan, menurutnya, dapat membuka jalan menuju penyelesaian diplomatik.
Dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Sabtu malam (28/2), Trump mengatakan prospek solusi diplomatik kini lebih mudah dibandingkan sehari sebelumnya. Ia menyebut hal itu terjadi karena Iran, menurutnya, sedang mengalami kekalahan besar.
Trump juga menyebut operasi pada hari itu sebagai “hari yang hebat bagi negara ini” dan “hari yang hebat bagi dunia.” Sebelumnya, ia mengumumkan bahwa Khamenei—yang disebut telah memimpin Iran selama hampir 37 tahun—tewas dalam serangan tersebut. Sumber-sumber menyebut sekitar 40 pejabat Iran turut tewas dalam serangan AS-Israel itu.
Trump mengatakan ada “beberapa kandidat yang baik” untuk memimpin Iran setelah kematian Khamenei, namun ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Di tengah perkembangan itu, Trump menyatakan pemerintahannya memantau dengan cermat respons Iran di kawasan. Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke Israel dan menyerang sekutu AS di tempat lain di Timur Tengah.
Trump mengatakan serangan balasan tersebut merupakan sesuatu yang sudah diperkirakan. Namun, ia menilai intensitasnya sejauh ini lebih rendah daripada yang diantisipasi AS dan sekutunya. Ia menyebut perkiraan semula bisa mencapai dua kali lipat, seraya menambahkan situasi masih dapat berubah.
Komando Pusat AS menyatakan tidak ada laporan kematian atau cedera di pihak AS dalam operasi di Iran. Sementara di Israel, satu orang dilaporkan tewas akibat serangan balasan dan puluhan lainnya terluka.
Di Kongres, Partai Republik disebut memberikan dukungan kepada presiden. Sejumlah pemimpin Demokrat meminta penjelasan lebih rinci, termasuk Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer yang mendesak Trump menyampaikan kepada Kongres dan publik Amerika rincian penting terkait cakupan dan urgensi ancaman.
Ketika ditanya apakah ia ingin bekerja sama dengan Kongres terkait langkah-langkah mengenai Iran ke depan, Trump mengatakan ia selalu ingin bekerja sama dengan Kongres.

