Aliran gas Rusia ke sejumlah negara Eropa melalui pipa Urengoy-Pomary-Uzhgorod dihentikan pada Hari Tahun Baru, Rabu. Penghentian ini terjadi setelah Ukraina menolak merundingkan kembali kesepakatan transit di tengah perang dengan Moskow.
Raksasa energi Rusia, Gazprom, menyatakan pasokan gas ke Eropa melalui pipa tersebut berhenti pada pukul 08.00 waktu setempat. Penghentian dilakukan setelah perusahaan minyak dan gas milik negara Ukraina, Naftogaz, menolak memperbarui kesepakatan transit lima tahun terakhir.
Menteri Energi Ukraina German Galushchenko mengatakan langkah itu akan berdampak buruk bagi ekonomi Rusia dan menyebut keputusan tersebut telah direstui oleh Eropa. Ia menyatakan Ukraina menghentikan transit gas Rusia dan menilai Rusia akan kehilangan pasar serta mengalami kerugian finansial.
Sebelumnya, gas yang mengalir melalui jaringan pipa Urengoy-Pomary-Uzhgorod berasal dari Siberia dan melewati Sudzha, kota di wilayah Kursk Rusia yang kini berada di bawah kendali militer Ukraina. Gas kemudian melintasi Ukraina menuju Slovakia, sebelum bercabang ke Republik Ceko dan Austria.
Kontrak transit terbaru pertama kali diteken pada 2020, dengan Ukraina menerima pembayaran biaya transportasi. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya telah memperingatkan bahwa Kyiv tidak akan memperbarui perjanjian transit selama perang masih berlangsung.
Sejak serangan Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, banyak negara Eropa mulai mengurangi ketergantungan pada gas Rusia. Pada puncaknya, pangsa Rusia dalam impor gas Eropa mencapai 35%, namun disebut telah turun menjadi sekitar 8%.
Uni Eropa dilaporkan menerima kurang dari 14 miliar meter kubik (bcm) gas dari Rusia melalui Ukraina per 1 Desember, turun dari sekitar 65 bcm per tahun saat kontrak dimulai pada 2020.
Negara yang paling terdampak
Austria disebut menerima sebagian besar gasnya dari Rusia melalui jalur pipa tersebut. Namun regulator energi Austria, E-Control, mengatakan pihaknya siap beralih pasokan dan tidak memperkirakan akan terjadi gangguan.
Di Slovakia, Perdana Menteri Robert Fico memperingatkan penghentian pasokan akan merugikan negaranya ratusan juta dolar, baik dari pendapatan transit maupun biaya impor gas yang lebih tinggi. Slovakia diketahui memperoleh sekitar 3 bcm gas per tahun melalui rute ini, sekitar dua pertiga dari kebutuhan domestiknya. Kementerian ekonomi Slovakia menyebut negara itu harus menanggung biaya 177 juta euro untuk menerima gas melalui rute alternatif.
Negara lain yang dinilai rentan adalah Moldova. Rusia mengirim sekitar 2 bcm gas per tahun melalui Ukraina ke wilayah Moldova sejak 2022. Pengiriman itu melewati Transnistria, wilayah yang memproklamasikan kemerdekaan sejak 1990 namun belum diakui dunia.
Pemerintah di Chisinau mengumumkan keadaan darurat karena potensi kekurangan gas. Presiden Moldova Maia Sandu menyalahkan Gazprom karena tidak mempertimbangkan rute alternatif dan menyebut musim dingin di Moldova akan “keras” tanpa gas Rusia.
Jalur pasokan lain dan alternatif Eropa
Meski pipa Urengoy-Pomary-Uzhgorod ditutup, Rusia masih dapat mengekspor gas ke Eropa melalui jalur lain, termasuk lewat laut dalam bentuk gas alam cair (LNG). Selain itu, masih ada pipa TurkStream di dasar Laut Hitam yang memiliki dua jalur: satu untuk pasar domestik Turki dan satu lagi untuk pelanggan Eropa Tengah seperti Hungaria dan Serbia. Namun kapasitas tahunan TurkStream terbatas, yakni 31,5 bcm untuk kedua jalur gabungan.
Eropa juga terus mencari sumber pasokan lain, termasuk LNG dari Qatar dan Amerika Serikat serta gas pipa dari Norwegia. Juru bicara Komisi Eropa, Anna-Kaisa Itkonen, menyatakan infrastruktur gas Eropa cukup fleksibel untuk memasok gas non-Rusia ke Eropa Tengah dan Timur melalui rute alternatif, serta telah diperkuat dengan tambahan kapasitas impor LNG sejak 2022.
Di Slovakia, pemasok energi SPP menyatakan siap menjalani transisi dan memasok pelanggan melalui rute alternatif, terutama dari Jerman dan Hungaria, meski ada biaya tambahan karena transit. Regulator Austria E-Control juga menyebut Slovakia dapat menerima gas dari Hungaria dan Austria, sementara sisanya dapat dipenuhi dari Republik Ceko dan Polandia. Republik Ceko menyatakan dapat menyediakan kapasitas transit dan penyimpanan gas bagi Slovakia.
Untuk Moldova, perusahaan energi Transnistria Energocom menyebut negara itu dapat memenuhi 38% kebutuhan energinya dari produksi domestik, termasuk 10% dari energi terbarukan. Sisa 62% disebut akan diimpor dari Rumania.
Jerman minta warga dan industri hemat gas
Di Jerman, Badan Jaringan Federal selaku regulator energi meminta rumah tangga dan pelaku usaha menghemat gas untuk menghindari kekurangan pasokan. Seruan ini muncul bersamaan dengan terputusnya aliran gas Rusia melalui Ukraina.
Berdasarkan analisis regulator, konsumsi gas Jerman pada musim ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Total konsumsi gas dari Oktober hingga Desember 2024 naik 5,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan penggunaan mencapai 246 terawatt-jam (TWh). Laporan yang dikutip media Die Welt menyebut konsumsi industri meningkat 9,1% dibandingkan 2023, sementara rumah tangga dan bisnis naik 1,9%.
Regulator mengaitkan kenaikan konsumsi dengan cuaca yang lebih dingin. Kepala regulator, Klaus Muller, menyarankan konsumen tetap berhemat untuk mencegah kekurangan pasokan dan kenaikan harga. Ia menyatakan pasokan gas Jerman tidak terancam karena fasilitas penyimpanan masih terisi sekitar 80%, namun menekankan pentingnya menjaga kondisi pasokan untuk tiga bulan ke depan.
Gas alam masih menjadi sumber energi utama untuk pemanas di Jerman. Sekitar setengah apartemen dan rumah keluarga tunggal di negara itu dipanaskan dengan gas. Sebelum eskalasi konflik Ukraina pada 2022, Jerman mengandalkan Rusia untuk lebih dari separuh kebutuhan gasnya. Pengiriman kemudian berkurang signifikan setelah sanksi Uni Eropa terhadap Moskow, sementara pipa Nord Stream yang menyalurkan gas Rusia langsung ke Jerman dilaporkan rusak akibat ledakan di dasar Laut Baltik pada September 2022.

