JAKARTA — Di tengah gejolak ekonomi global yang belum mereda, aktivitas transaksi digital di Indonesia justru terus menunjukkan pertumbuhan. Peningkatan itu antara lain terlihat dari penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang melonjak, terutama pada momentum Lebaran 2026 ketika transaksi domestik tetap bergerak naik.
Chief Executive Officer ALTO Network, Gretel Griselda, menilai tren tersebut mencerminkan daya tahan konsumsi masyarakat di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, meski kondisi ekonomi global cenderung volatil, tren pembayaran di Indonesia masih stabil dan bahkan menguat.
“Di tengah kondisi ekonomi global saat ini yang cenderung memiliki volatilitas tinggi, kami melihat trend pembayaran di Indonesia masih stabil bahkan cenderung menguat,” ujar Gretel dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (11/4/2026).
Ia menambahkan, pertumbuhan terlihat dari jumlah maupun volume transaksi yang diproses perusahaan. “Ini ditandai dengan tetap tumbuhnya transaksi yang kami proses baik dari sisi jumlah transaksi maupun volume transaksi, ini dapat menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki daya konsumsi yang baik. Saat ini ALTO Network memproses hingga 30 juta transaksi per hari nya,” lanjutnya.
Sejalan dengan itu, PT ALTO Network mencatat pertumbuhan volume transaksi sebesar 50 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini dinilai menunjukkan sistem pembayaran domestik masih bergerak dinamis meski menghadapi tekanan eksternal.
Secara lebih luas, tren pertumbuhan transaksi digital juga tercermin pada data Bank Indonesia. Transaksi digital banking disebut tumbuh lebih dari 20–30 persen secara tahunan, sementara QRIS sempat melampaui 100 persen pada fase awal adopsinya. Data tersebut mempertegas peran pembayaran digital dalam menopang aktivitas ekonomi nasional.
Di tengah pertumbuhan itu, kebutuhan terhadap stabilitas sistem pembayaran menjadi semakin penting. ALTO Network menyatakan menjaga keandalan layanan dengan capaian Service Level Agreement (SLA) uptime 99,99 persen agar transaksi dapat berjalan tanpa gangguan berarti.
Peningkatan transaksi digital juga tercermin dari kinerja QRIS yang diproses ALTO Network. Volume transaksi QRIS tumbuh 89,56 persen, sementara nilai transaksinya meningkat 94,18 persen secara tahunan, dengan perbandingan Maret 2025 dan Maret 2026.
Namun, seiring lonjakan volume, pelaku industri juga menghadapi tantangan baru, mulai dari meningkatnya kompleksitas jenis transaksi hingga kebutuhan analisis data yang harus dilakukan secara cepat dan real time.