BERITA TERKINI
Tiongkok Klaim Usir Kapal Perusak AS dari Perairan Dekat Scarborough di Laut China Selatan

Tiongkok Klaim Usir Kapal Perusak AS dari Perairan Dekat Scarborough di Laut China Selatan

Beijing menyatakan militer Tiongkok telah mengusir sebuah kapal perusak Amerika Serikat (AS) dari perairan yang disengketakan di Laut China Selatan. Klaim itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Dangkalan Scarborough, titik sengketa yang kerap memicu insiden antara sejumlah negara di kawasan.

Menurut pernyataan juru bicara militer Tiongkok, Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok mengorganisir pasukan untuk melacak, memantau, mengeluarkan peringatan, dan mengusir kapal perang AS yang disebut memasuki perairan teritorial dekat Huangyan Dao tanpa izin pemerintah Tiongkok. Tiongkok menilai tindakan AS tersebut melanggar kedaulatan dan keamanan Tiongkok serta merusak perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

Angkatan Laut AS, melalui Armada Ketujuh, membantah pernyataan Tiongkok dan menyebut klaim Beijing terkait misi tersebut tidak benar. AS menyatakan kapal perusaknya menegaskan hak dan kebebasan navigasi di dekat atol itu sesuai dengan hukum internasional.

Dalam laporan yang sama, disebutkan Angkatan Laut AS mengerahkan kapal perusak USS Higgins dan kapal perang yang lebih kecil, USS Cincinnati, di dekat Beting Scarborough. Pengerahan itu dilakukan setelah dua kapal Tiongkok bertabrakan saat mengusir sebuah kapal Filipina dari atol nelayan yang disengketakan. Disebutkan pula ini merupakan operasi militer AS pertama yang diketahui dalam setidaknya enam tahun di dekat atol di lepas pantai barat laut Filipina.

AS selama bertahun-tahun melakukan pelayaran dan penerbangan di Laut China Selatan untuk menantang persyaratan Tiongkok terkait pemberitahuan masuk di wilayah perairan yang disengketakan dengan negara-negara tetangganya, terutama Filipina. Operasi semacam itu kerap memicu respons keras Beijing dan beberapa kali berujung pada pertemuan jarak dekat antara kapal dan pesawat kedua negara di perairan serta wilayah udara internasional.

Tiongkok menegaskan kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan, dengan sejumlah klaim yang tumpang tindih dengan demarkasi Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Dangkalan Scarborough—disebut Bajo de Masinloc di Filipina dan Huangyan Dao di Tiongkok—menjadi salah satu titik api utama dalam perselisihan tersebut.

Pengerahan kapal perang AS terjadi setelah Filipina merilis video yang memperlihatkan sebuah kapal Tiongkok mengejar dan menembakkan meriam air ke salah satu kapal Filipina, sebelum terjadi tabrakan setelah kapal Tiongkok yang lebih besar berbelok secara tiba-tiba. Tiongkok mengakui adanya konfrontasi dan menuduh Filipina memasuki perairannya secara paksa, namun tidak menyebutkan adanya tabrakan.

Komodor Jay Tarriela, juru bicara penjaga pantai Filipina, mengatakan penjaga pantai Tiongkok melakukan manuver berisiko yang menyebabkan kerusakan substansial pada dek depan kapal perang Tiongkok hingga membuatnya dinilai tidak laik laut.

AS, Jepang, Australia, dan Selandia Baru pada Rabu menyatakan kekhawatiran atas insiden yang melibatkan kapal-kapal AS dan Tiongkok. Disebutkan pula, insiden ini menjadi yang pertama sejak 2022 ketika sebuah kapal perang Tiongkok berhadapan dengan kapal perusak Amerika USS Benfold di dekat Kepulauan Paracel.