BERITA TERKINI
Tim Taiwan Raih Perak di Coupe du Monde de la Boulangerie Paris

Tim Taiwan Raih Perak di Coupe du Monde de la Boulangerie Paris

Tim pembuat roti Taiwan meraih medali perak pada ajang Coupe du Monde de la Boulangerie di Paris, Rabu (21/1), setelah memadukan unsur teh, buah, dan simbol keunggulan teknologi negaranya dalam karya yang dilombakan.

Kompetisi yang juga dikenal sebagai “The Bakery World Cup” itu digelar selama dua hari, Selasa dan Rabu, di Porte de Versailles, Paris, dan diikuti 10 tim dari berbagai negara.

Taiwan diwakili oleh spesialis roti tradisional Kao Chi-wei, pakar viennoiserie Chang Shi-bin, serta Peng Xin-rou yang bertugas membuat patung roti berukuran besar dengan tema “Penemuan Terbesar dari Negara Anda.” Meski berkompetisi dengan nama “Chinese Taipei,” sejumlah pengunjung disebut mengenali karya tim tersebut sebagai khas Taiwan.

Peng mengatakan peserta kategori artistik hanya memiliki waktu 10 jam—termasuk persiapan dan produksi di lokasi—untuk menyelesaikan karya. Mengacu pada tema tahun ini, ia memasukkan unsur teh boba dan cip semikonduktor, seraya menyampaikan bahwa “penemuan terbesar Taiwan adalah rakyatnya.”

Dalam kategori lainnya, Kao memadukan teh Tieguanyin dari kawasan Muzha, Taipei, dengan nanas kering. Sementara itu, Chang mengolah buah-buahan khas Taiwan ke dalam roti manis yang terinspirasi dari Taipei 101.

Chang menuturkan, adaptasi terhadap iklim Paris yang kering, air yang keras, serta peralatan yang tidak familiar menjadi tantangan. Ia juga menyoroti bahwa juri yang mencicipi roti sebelum kompetisi berakhir membuat manajemen waktu dan kerja sama tim menjadi faktor yang sangat krusial.

Taiwan sebelumnya menjadi juara pada 2022, ketika tim yang dipimpin Justin Wu—yang kini menjadi pelatih—memenangi posisi pertama. Menanggapi hasil tahun ini, Wu mengaku terkejut sekaligus puas mengingat tim hanya berlatih bersama selama tiga minggu. “Meraih juara dua sudah merupakan hasil terbaik yang bisa kami capai setelah berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Wu menambahkan, tim melakukan sangat sedikit kesalahan pada kategori penilaian objektif seperti bobot dan spesifikasi, sehingga mampu mengamankan banyak poin dasar.