BERITA TERKINI
Teknologi Satelit Membantu Petani Anggur Menentukan Waktu Panen di Tengah Perubahan Iklim

Teknologi Satelit Membantu Petani Anggur Menentukan Waktu Panen di Tengah Perubahan Iklim

Menentukan waktu panen menjadi keputusan paling krusial bagi produsen wine. Panen yang terlambat dapat membuat anggur menjadi terlalu manis, sementara panen yang terlalu dini berisiko menghasilkan rasa pahit.

Namun, keseimbangan ini kian sulit dicapai seiring lingkungan yang semakin panas akibat krisis iklim. Perubahan suhu dan cuaca membuat pola kematangan anggur tidak lagi mudah diprediksi, sehingga keputusan panen menuntut ketepatan yang lebih tinggi.

Dampak pemanasan global pada wilayah penghasil anggur

Di Prancis, pemanasan global yang menyertai krisis iklim disebut telah menimbulkan dampak serius bagi para penghasil anggur. Di wilayah Châteauneuf-de-Pape, waktu musim panen tercatat maju sekitar tiga minggu dibandingkan kondisi pada 1960.

Perubahan iklim juga diikuti munculnya hama tanaman di wilayah tersebut, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Selain itu, pola hujan turut berubah, menambah ketidakpastian bagi petani dalam merencanakan perawatan kebun dan menentukan saat panen.

Cuaca ekstrem memperumit keputusan di kebun

Kondisi panas yang di beberapa tempat dapat mempercepat panen, kini di lokasi lain justru berujung pada pengeringan tanaman merambat. Kombinasi perubahan suhu, hujan, dan gangguan hama membuat pengelolaan kebun anggur semakin menantang.

Dalam situasi seperti ini, teknologi satelit menjadi salah satu upaya yang digunakan untuk membantu petani menghadapi isu iklim, terutama dalam membaca perubahan kondisi di lahan dan mendukung pengambilan keputusan terkait waktu panen.