Ketidakpastian ekonomi global mulai dirasakan sejumlah sektor industri, termasuk perusahaan pengolahan kayu di Jombang. Di tengah tekanan tersebut, PT Aksha Karunia Mill menyatakan memilih bertahan tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan mengalihkan strategi bisnis ke perluasan pasar ekspor.
Perusahaan ini mulai memperluas jangkauan ekspor ke beberapa negara di Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, dan India. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada pasar Amerika Serikat.
HRD Manager PT Aksha Karunia Mill, Ana Damaiwati, mengatakan pembukaan pasar baru menjadi strategi utama agar operasional tetap stabil sekaligus menjaga keberlangsungan tenaga kerja. “Kami berupaya membuka peluang pasar baru agar operasional tetap berjalan dan tidak sampai berdampak pada pengurangan karyawan,” kata Ana, Kamis (9/4).
Selain ekspansi pasar, perusahaan juga melakukan pembenahan internal melalui efisiensi. Upaya tersebut dilakukan dengan optimalisasi mesin produksi, peningkatan kualitas lingkungan kerja, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Menurut Ana, efisiensi tidak selalu harus diartikan sebagai pengurangan tenaga kerja.
Untuk menjaga produktivitas, perusahaan menerapkan skema insentif bagi pekerja. Bonus diberikan kepada karyawan yang memiliki kehadiran penuh dan mampu mencapai target produksi. “Insentif ini menjadi salah satu cara untuk menjaga semangat kerja dan menekan tingkat absensi,” ujarnya.
PT Aksha Karunia Mill juga menyelenggarakan pelatihan soft skill dan hard skill bersertifikat guna meningkatkan kualitas tenaga kerja. Pelatihan tersebut dinilai penting agar karyawan memiliki daya saing yang lebih baik sekaligus mendukung efisiensi kerja di tengah tantangan industri. “Ini kami lakukan agar karyawan memiliki daya saing, dan juga mendukung upaya efisiensi kerja,” ungkap Ana.
Dari sisi operasional, perusahaan menekankan pentingnya standar kerja dan keselamatan. Salah satu capaian yang disebutkan adalah penghargaan Zero Accident dengan catatan lebih dari 3,6 juta jam kerja tanpa kecelakaan. Perusahaan juga memperoleh penghargaan di bidang kesehatan kerja.
Untuk menjaga daya saing di pasar global, bahan baku kayu yang digunakan disebut telah mengantongi sertifikasi legalitas seperti SVLK dan FSC. “Kami juga menjaga keberlanjutan usaha melalui penggunaan bahan baku kayu bersertifikasi legal agar produk tetap kompetitif di pasar global,” jelasnya.
Di luar kegiatan bisnis, perusahaan juga menyampaikan upaya menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar melalui kegiatan sosial, seperti donor darah, kegiatan keagamaan, dan program berbagi pada momen tertentu.
Manajemen perusahaan menyatakan optimistis dapat menghadapi tekanan ekonomi global tanpa harus menempuh langkah PHK. “Dengan kombinasi strategi ekspansi pasar, efisiensi internal, dan peningkatan kualitas tenaga kerja, kami optimistis dapat menghadapi tekanan ekonomi global tanpa harus mengambil langkah PHK,” pungkas Ana.