BERITA TERKINI
Taiwan Siapkan Bantuan Tunai 10.000 Dolar Taiwan per Warga Usai Catat Surplus Pajak

Taiwan Siapkan Bantuan Tunai 10.000 Dolar Taiwan per Warga Usai Catat Surplus Pajak

TAIPEI — Pemerintah Taiwan berencana menyalurkan bantuan tunai sebesar 10.000 dolar New Taiwan (sekitar Rp 5,3 juta) per orang, menyusul surplus besar dari penerimaan pajak tahun fiskal 2024. Dana bantuan ini ditargetkan mulai dicairkan paling cepat pada Oktober 2025 setelah proses administrasi rampung.

Kebijakan tersebut diputuskan seiring persetujuan legislatif atas kenaikan batas penggunaan anggaran. Partai oposisi Kuomintang (KMT) sebelumnya mengusulkan agar plafon anggaran dinaikkan dari 410 miliar menjadi 545 miliar dolar New Taiwan. Tambahan ruang anggaran itu mencakup pendanaan untuk pertahanan, industri dan lapangan kerja, bantuan sosial, serta skema pembagian uang tunai kepada masyarakat.

Data Kementerian Keuangan Taiwan menunjukkan penerimaan pajak pada 2024 mencapai 3,7619 triliun dolar New Taiwan (sekitar Rp 2,3 kuadriliun). Angka tersebut disebut menembus rekor dan melampaui proyeksi awal sebesar 528,3 miliar dolar New Taiwan (sekitar Rp 283 triliun). Surplus penerimaan inilah yang menjadi dasar pemerintah menyetujui penyaluran bantuan langsung.

Dalam pembahasan awal, sempat muncul rencana agar keluarga kaya tidak menerima bantuan. Namun, gagasan tersebut ditolak oleh anggota legislatif. Mereka berpendapat semua lapisan masyarakat berhak mendapatkan bantuan, terutama karena masih ada keluarga yang terdampak bencana topan dan banjir, serta efek kenaikan tarif impor Amerika Serikat.

Meski skema bantuan tunai telah disepakati, pemerintah belum memastikan apakah warga asing pemegang izin tinggal permanen juga akan menerima bantuan tersebut.

Rencana pembagian uang tunai ini sebelumnya sempat ditolak pemerintah. Kekhawatiran utama adalah potensi beban utang terhadap anggaran negara. Wakil Menteri Politik Kementerian Keuangan Juan Ching-hua menyatakan bahwa pendapatan pajak yang lebih tinggi dari perkiraan tidak selalu berarti kondisi keuangan negara dalam keadaan baik. Ia juga mengingatkan bahwa pada periode 2012–2023 Taiwan hanya tiga kali mencatat surplus anggaran, sementara defisit terjadi hampir setiap dua tahun.

Namun, setelah perdebatan, pemerintah akhirnya menyetujui skema bantuan tunai sebagai bagian dari kenaikan plafon anggaran. Selain bantuan langsung kepada warga, tambahan anggaran juga diarahkan untuk sektor strategis, antara lain 150 miliar dolar New Taiwan untuk pertahanan nasional, 93 miliar dolar New Taiwan untuk industri dan lapangan kerja, serta 67 miliar dolar New Taiwan untuk bantuan sosial. Kabinet juga menambah dana untuk perusahaan listrik negara Taipower guna memperkuat jaringan serta memperluas penanaman kabel bawah tanah.