Taiwan menerapkan serangkaian kebijakan baru untuk menarik pekerja asing berkualitas tinggi, termasuk mahasiswa internasional berbakat. Kebijakan yang mulai berlaku tahun ini mencakup penyesuaian aturan terkait pekerjaan, izin tinggal, serta akses ke jaminan sosial, sebagaimana dijelaskan dalam dokumen Dewan Pembangunan Nasional (National Development Council/NDC).
Salah satu perubahan utama adalah pelonggaran ketentuan kerja bagi mahasiswa internasional yang lulus dari universitas di Taiwan. Dalam aturan terbaru, lulusan internasional dari perguruan tinggi di Taiwan diperbolehkan bekerja selama dua tahun tanpa perlu mengantongi izin kerja.
Selain itu, warga negara asing yang lulus dari salah satu dari 200 universitas terbaik dunia dalam lima tahun terakhir juga dapat mengajukan izin kerja selama dua tahun. Sebelumnya, kelompok ini harus memenuhi sistem penilaian tertentu atau memperoleh sponsor dari perusahaan Taiwan agar dapat bekerja secara legal.
Peraturan mengenai izin tinggal tetap (permanent residency) juga dilonggarkan untuk individu berbakat dari luar negeri. Jika sebelumnya warga negara asing harus bekerja secara berkelanjutan selama lima tahun untuk memenuhi syarat mengajukan izin tinggal tetap, kini masa tersebut dipersingkat menjadi empat, tiga, atau dua tahun bagi pelamar yang masing-masing lulus dari program universitas, magister, atau pascasarjana di lembaga pendidikan Taiwan.
Bagi kategori “profesional asing khusus” yang memenuhi persyaratan pendapatan atau pengalaman, permohonan izin tinggal tetap bahkan dapat diajukan setelah satu tahun tinggal di Taiwan. Dalam perubahan lainnya, pasangan dari para ahli tersebut kini diizinkan bekerja secara mandiri di Taiwan tanpa izin kerja, dengan dukungan sponsor dari perusahaan tempat pasangan mereka bekerja.
Di bidang perlindungan sosial, Taiwan memperluas akses pekerja asing terhadap sistem jaminan sosial. Warga negara asing tanpa izin tinggal tetap dinyatakan berhak mengikuti sistem pensiun pekerja yang baru. Sementara itu, warga negara asing yang memiliki izin tinggal tetap diperbolehkan bergabung dengan asuransi pengangguran.
Layanan dukungan untuk penyandang disabilitas dan perawatan jangka panjang juga direncanakan diluncurkan pada 30 Juni. Layanan ini akan berlaku bagi warga negara asing yang memiliki izin tinggal tetap dan telah menetap di Taiwan selama 10 tahun atau lebih.
Perwakilan NDC, Jan Fang-guan, menyatakan bahwa sejak peraturan baru tentang perekrutan dan penempatan pekerja asing mulai berlaku pada 2018, Taiwan terus meningkatkan kebijakan visa, izin tinggal, pekerjaan, serta insentif pajak bagi pekerja asing. Menurutnya, jumlah tenaga profesional asing di Taiwan meningkat dari sekitar 30.000 menjadi hampir 80.000. Ia menegaskan bahwa amandemen terbaru ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih menguntungkan dan meningkatkan kualitas hidup pekerja internasional.

