BERITA TERKINI
Survei ManpowerGroup: Keuangan dan Asuransi Pimpin Prospek Perekrutan Global Awal 2026

Survei ManpowerGroup: Keuangan dan Asuransi Pimpin Prospek Perekrutan Global Awal 2026

Prospek ketenagakerjaan global memasuki awal 2026 menunjukkan sinyal optimistis, ditandai dengan meningkatnya rencana perekrutan di berbagai sektor industri. Di tengah tantangan ekonomi global, aktivitas bisnis di sejumlah bidang masih menjadi pendorong permintaan tenaga kerja.

Berdasarkan survei terbaru ManpowerGroup, mayoritas perusahaan di dunia menyatakan berencana menambah karyawan pada periode awal 2026. Survei tersebut menghimpun data dari sekitar 39.063 perusahaan yang tersebar di 41 negara.

Pengumpulan data dilakukan sepanjang Oktober 2025. Pertanyaan utama yang diajukan berkaitan dengan rencana perubahan jumlah karyawan dalam tiga bulan ke depan. Responden umumnya berasal dari divisi sumber daya manusia (HR) atau manajemen perusahaan.

Hasil survei kemudian diolah menjadi Net Employment Outlook (NEO), yaitu selisih antara persentase perusahaan yang berencana merekrut dan perusahaan yang berniat mengurangi tenaga kerja. Nilai NEO digunakan untuk membaca arah pasar kerja: angka positif menunjukkan lebih banyak perusahaan akan menambah karyawan, sedangkan angka negatif mengindikasikan potensi pelemahan.

Secara umum pada Kuartal I 2026, NEO tercatat positif sebesar 24%. Angka ini berasal dari selisih antara perusahaan yang menyatakan akan menambah karyawan (40%) dan yang berencana mengurangi (16%).

Dari sisi sektoral, prospek perekrutan tertinggi tercatat pada sektor keuangan dan asuransi dengan NEO 32%. Posisi berikutnya ditempati sektor informasi (29%). Sementara itu, sektor konstruksi dan real estate serta jasa profesional, ilmiah, dan teknis masing-masing mencatat NEO 27%. Temuan ini menggambarkan bahwa sektor berbasis keuangan, teknologi, dan pembangunan masih menjadi penggerak utama pertumbuhan lapangan kerja global.

Di sisi lain, beberapa sektor menunjukkan prospek yang relatif lebih rendah. Manufaktur mencatat NEO 25%, disusul perhotelan dan pariwisata (24%), serta perdagangan dan logistik (23%). Adapun sektor dengan prospek terendah adalah utilitas dan sumber daya alam (22%) serta publik, kesehatan, dan layanan sosial (20%).

Meski berada di posisi terbawah, sektor publik, kesehatan, dan layanan sosial disebut mengalami peningkatan terbesar dibanding sektor lainnya. Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan optimisme perekrutan di semua sektor, meski dengan tingkat yang berbeda-beda.

Dalam perbandingan antarnegara, Brasil mencatat NEO tertinggi pada awal 2026 dengan 54%. Di kawasan Asia, India memimpin dengan NEO 52%, jauh di atas China yang berada di angka 24%.