Sejumlah peristiwa internasional menjadi perhatian pembaca dalam sepekan terakhir, mulai dari sorotan media asing terhadap rencana pembelian jet tempur Indonesia, perkembangan opini publik di Amerika Serikat terkait perang di Gaza, hingga gempa besar yang memicu tsunami di wilayah timur jauh Rusia.
Berikut rangkuman kabar global terpopuler periode Senin (28/7/2025) hingga Minggu (3/8/2025).
Indonesia disorot media asing soal pembelian jet tempur
Pemerintah Indonesia menjadi perhatian setelah menandatangani kontrak pembelian 48 jet tempur generasi kelima KAAN buatan Turkiye. Langkah Indonesia yang membeli beberapa jenis jet tempur dalam rentang waktu yang relatif berdekatan turut diulas dalam laporan EurAsian Times berjudul Can Indonesia afford another fighter jet after KF-21 & Rafale? atau “Bisakah Indonesia membeli jet tempur lagi setelah KF-21 dan Rafale?”.
KAAN merupakan jet tempur generasi kelima yang diproduksi Turkish Aerospace Industries (TAI) dan disebut sebagai kebanggaan industri pertahanan Turkiye.
Dukungan publik AS terhadap aksi militer Israel menurun
Dukungan masyarakat Amerika Serikat terhadap aksi militer Israel di Gaza dilaporkan terus menurun. Survei terbaru Gallup menunjukkan hanya 32 persen warga AS yang masih mendukung tindakan militer Israel, yang disebut sebagai angka terendah sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023.
Penurunan ini memunculkan kekhawatiran di kalangan politisi pro-Israel, baik dari Partai Demokrat maupun sekutu lama Donald Trump, yang menilai Israel berpotensi kehilangan simpati publik Amerika secara permanen.
Kesaksian petugas keamanan distribusi bantuan di Gaza
Seorang pensiunan tentara AS, Anthony Aguilar, yang bekerja sebagai petugas keamanan di lokasi distribusi bantuan di Gaza, menceritakan pengalaman yang menggambarkan kondisi warga Palestina di wilayah tersebut. Aguilar disebut pernah bertugas di militer AS selama 25 tahun.
Ia kemudian bekerja dalam penyaluran bantuan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang disebut dibekingi AS dan Israel di Gaza, sebagaimana dilansir The Palestine Chronicle pada Kamis (31/7/2025).
Gempa kuat di lepas pantai Kamchatka picu tsunami
Wilayah timur jauh Rusia dilanda gempa kuat yang mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka pada Rabu (30/7/2025). Peristiwa ini dilaporkan memicu tsunami hingga 4 meter, menimbulkan kerusakan pada bangunan terutama di kawasan pesisir, serta memicu peringatan evakuasi di Kamchatka dan beberapa pantai di Jepang.
Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov, dalam video yang diunggah melalui Telegram dan dikutip Reuters, menyebut gempa tersebut sangat serius dan menjadi yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir.
Rusia cabut peringatan tsunami, dilaporkan tanpa korban jiwa
Pemerintah Rusia kemudian mencabut peringatan tsunami pada Rabu (30/7/2025) setelah gempa bermagnitudo 8,8 di lepas pantai Semenanjung Kamchatka dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar. Gempa itu sempat memicu evakuasi massal dan peringatan tsunami di sejumlah kawasan pesisir Samudra Pasifik, termasuk Severo-Kurilsk di Pulau Kuril.
Stasiun televisi pemerintah menayangkan gelombang tsunami yang menghantam wilayah pelabuhan Severo-Kurilsk. Arus deras terlihat membawa puing-puing dan bangunan ke laut, sementara sebuah pabrik pengolahan ikan dilaporkan tenggelam akibat gelombang tersebut.
Video prajurit Rusia diikat ke pohon di medan perang Ukraina
Sebuah video dari medan perang Ukraina memperlihatkan seorang prajurit Rusia diikat ke pohon dan ditinggalkan. Nasib prajurit itu tidak diketahui, namun situasinya digambarkan berada dalam ancaman drone serang Ukraina yang dijuluki “Baba Yaga”.
Istilah Baba Yaga merujuk pada tokoh penyihir dalam cerita rakyat Slavia dan kini digunakan tentara Rusia untuk menyebut drone Ukraina berukuran besar yang disebut menimbulkan ketakutan di medan tempur.
Kebakaran hutan meluas di Yunani
Yunani masih berupaya mengatasi kebakaran hutan yang melanda berbagai wilayah hingga Minggu (27/7/2025). Media pemerintah melaporkan separuh Pulau Kythera hangus terbakar. Meski sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan, sejumlah wilayah masih berada dalam status siaga tinggi.

