BERITA TERKINI
Seskab: Ekonomi Indonesia Tetap Positif, Pemerintah Jaga Daya Beli di Tengah Dinamika Global

Seskab: Ekonomi Indonesia Tetap Positif, Pemerintah Jaga Daya Beli di Tengah Dinamika Global

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kondisi perekonomian nasional menunjukkan tren yang positif berdasarkan data terkini. Ia menegaskan daya beli masyarakat tetap terjaga meski situasi global tengah bergejolak.

Pernyataan tersebut disampaikan Teddy saat bertemu awak media di Jakarta, Jumat. Ia menyinggung dinamika internasional, termasuk konflik global dan dampak situasi perang di Timur Tengah, yang dinilai turut memberi tekanan pada berbagai negara. Namun, menurutnya, pemerintah mampu menjaga stabilitas di dalam negeri.

Optimisme juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 dapat mencapai setidaknya 5,5 persen, dengan dukungan fundamental domestik yang dinilai kuat.

Stabilitas harga dan pasokan

Teddy mengemukakan sejumlah indikator yang disebutnya mencerminkan ketahanan ekonomi. Salah satunya, keputusan Presiden Prabowo untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi di tengah tekanan global yang membuat sejumlah negara menaikkan harga bahan bakar.

Selain itu, stabilitas harga kebutuhan pokok juga menjadi perhatian. Teddy menyebut, selama dua periode Lebaran terakhir, harga bahan pokok tetap terjaga dan ketersediaan pasokan dinilai aman di berbagai wilayah Indonesia.

Ia juga menyoroti ketersediaan BBM yang terpelihara, termasuk saat periode mudik Lebaran. Menurutnya, kelancaran arus mudik menjadi salah satu bukti efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga pasokan dan mengantisipasi gejolak.

Fundamental domestik dan proyeksi pertumbuhan

Airlangga menambahkan bahwa proyeksi pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang menjadi pilar utama perekonomian dan disebut menyumbang sekitar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ia menyatakan target pertumbuhan kuartal I 2026 sebesar 5,5 persen sejalan dengan perkiraan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk keseluruhan tahun, Airlangga memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat berada di kisaran 5,4 persen atau lebih tinggi.

Pemerintah, menurut Airlangga, berupaya menjaga momentum pertumbuhan agar tetap berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan stabilitas harga serta ketersediaan pasokan kebutuhan dasar.