BERITA TERKINI
Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Fokus Perkuat Ketahanan Energi di Tengah Tekanan Global

Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Fokus Perkuat Ketahanan Energi di Tengah Tekanan Global

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi menyatakan ketahanan ekonomi nasional terus dijaga di tengah meningkatnya tekanan global. Dalam jangka pendek, Satgas memusatkan perhatian pada penguatan ketahanan energi nasional seiring fluktuasi harga energi dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Satgas menyampaikan pemerintah berupaya menjaga stabilitas sektor energi. Menurut dia, ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia relatif kecil, sekitar 20 persen.

Selain BBM, pemerintah juga memastikan stabilitas pasokan gas dan pupuk tetap aman. Indonesia disebut masih mencatat surplus produksi pupuk yang dinilai menopang sektor pertanian di tengah ketidakpastian global.

Meski demikian, kenaikan harga minyak dunia turut berdampak pada sektor industri, terutama pada harga plastik dan kemasan. Dampak ini dikaitkan dengan keterbatasan pasokan nafta sebagai bahan baku, sementara kapasitas pabrik refinery dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan packaging secara optimal.

Untuk langkah jangka pendek, pemerintah memutuskan substitusi nafta dengan LPG. Sejalan dengan kebijakan tersebut, tarif bea masuk LPG bagi industri diturunkan dari 5 persen menjadi 0 persen.

Pemerintah juga menargetkan percepatan proses perizinan melalui penyederhanaan mekanisme Persetujuan Teknis (Pertek), termasuk di sektor konstruksi dan usaha, guna mendukung UMKM serta pelaksanaan program prioritas.

Di bidang kerja sama internasional, pemerintah mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kerja sama dengan Uni Eropa yang mencakup 27 negara dan pasar senilai USD21 triliun itu diharapkan memperluas peluang ekspor Indonesia.

Selain itu, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus didorong, termasuk pengembangan KEK Financial Center yang diproyeksikan menjadi alternatif destinasi investasi global di tengah dinamika ekonomi dunia.

Pemerintah juga mendorong peningkatan investasi di sektor pusat data (data center) seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Indonesia dinilai memiliki potensi menjadi lokasi pengembangan pusat data berskala besar untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun regional.

Di sisi lain, keterlibatan sektor swasta turut didorong melalui berbagai stimulus bagi dunia usaha, termasuk dukungan terhadap proyek strategis nasional dan peningkatan komitmen investasi. Pemerintah berharap rangkaian langkah tersebut dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya tahan Indonesia menghadapi tekanan global.