BERITA TERKINI
RUPST Vicostone 2026 Tetapkan Arah Adaptasi di Tengah Gejolak Ekonomi Global

RUPST Vicostone 2026 Tetapkan Arah Adaptasi di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Vicostone Joint Stock Company (kode saham VCS), unit anggota Phenikaa Group, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 pada 10 April 2026. Rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 143.150.451 saham atau 89,47% dari total saham dengan hak suara. RUPST menyetujui seluruh usulan dan laporan yang diajukan dengan tingkat konsensus tinggi.

Dalam paparannya, perusahaan menempatkan periode 2025–2026 sebagai fase pengelolaan yang berhati-hati, adaptif, dan bertumpu pada penguatan internal. Vicostone menegaskan pilar utama yang digunakan untuk menghadapi tantangan global, yakni menjaga kesehatan keuangan, memperkuat manajemen risiko secara proaktif, melakukan diversifikasi pasar, serta mendorong transformasi hijau berorientasi ESG.

Kinerja 2025 di tengah ketidakpastian

Vicostone menilai 2025 berlangsung dalam ketidakpastian ekonomi global yang berkelanjutan, dipengaruhi konflik geopolitik, meningkatnya proteksionisme perdagangan, serta pengetatan kebijakan moneter. Pertumbuhan ekonomi global disebut berfluktuasi pada kisaran 2,8% (PBB) hingga 3,3% (IMF), mencerminkan tren yang tidak merata di berbagai wilayah dan memunculkan risiko.

Di Amerika Serikat—pasar terbesar Vicostone—penutupan pemerintahan dinilai berdampak pada belanja dan investasi, di tengah tekanan harga yang berlanjut. Pertumbuhan ekonomi AS pada 2025 disebut 2,2%, turun dari 2,8% pada 2024. Di sisi lain, pasar properti dan konstruksi di AS, Kanada, dan Eropa menghadapi hambatan akibat harga tinggi, kenaikan biaya material dan tenaga kerja, serta melemahnya permintaan konsumen dan margin investor. Kondisi ini berdampak langsung pada industri material permukaan. Vicostone juga menyebut persaingan ketat dari produsen di Vietnam dan kawasan Asia-Pasifik.

Di tengah dinamika tersebut, Vicostone membukukan pendapatan bersih VND 4.128,89 miliar dan laba sebelum pajak VND 823,35 miliar pada 2025. Realisasi ini setara 87,50% dan 85,37% dari target yang direncanakan.

Perusahaan menyatakan, meski capaian bisnis tidak memenuhi ekspektasi awal, langkah manajemen, optimalisasi operasional, serta penyesuaian strategi pasar membantu menjaga stabilitas dan mempercepat adaptasi. Indikator keuangan utama, terutama profitabilitas dan solvabilitas, dilaporkan tetap positif.

Margin laba sebelum pajak terhadap pendapatan bersih pada 2025 tercatat 20,16%. Rasio utang terhadap total aset dan utang terhadap ekuitas masing-masing 0,11 dan 0,12, yang dinilai lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai persediaan akhir 2025 turun VND 228,30 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan orientasi ESG, Vicostone melaporkan kontribusi ke anggaran negara sebesar VND 292,30 miliar, naik 31% dibanding 2024, serta menekankan upaya menjaga pendapatan dan lapangan kerja karyawan. Perusahaan juga memperkuat pengendalian emisi, penghematan energi, dan efisiensi penggunaan bahan baku. Dalam pengembangan produk, Vicostone meluncurkan lini Vicostone Eco Surfaces, dengan tahap awal memasok 36 produk Eco ke pasar Australia dan California untuk memenuhi persyaratan kandungan kristal kuarsa di pasar tersebut.

Target 2026: pertumbuhan hati-hati dan penguatan ketahanan

Untuk 2026, Vicostone menilai lingkungan bisnis global bergerak menuju ketidakpastian struktural, termasuk potensi pasar AS yang tetap lesu karena suku bunga tinggi dan pemulihan permintaan konsumen yang belum jelas. Perusahaan menyebut tekanan juga datang dari kenaikan biaya input, inflasi, persaingan, serta risiko kebijakan perdagangan yang proteksionis.

Dengan latar itu, perusahaan menegaskan strategi 2026 tidak berfokus pada ekspansi skala jangka pendek, melainkan memperkuat kemampuan internal, menyeimbangkan kembali struktur pertumbuhan, dan meningkatkan ketahanan sebagai fondasi siklus pengembangan berikutnya.

RUPST menyetujui rencana bisnis 2026 dengan proyeksi pendapatan bersih VND 4.186 miliar, naik 1,4% dibanding 2025, serta laba sebelum pajak VND 744 miliar, turun 10,6% dibanding 2025.

Fokus kerja 2026

Dalam bidang pasar dan produk, Vicostone mempercepat pengembangan dan komersialisasi produk generasi baru Eco Surfaces sebagai respons atas standar lingkungan dan kesehatan yang semakin ketat di negara maju, termasuk aturan terkait kandungan silika. Dari sisi pasar, perusahaan menargetkan penguatan penjualan dan pangsa di pasar yang sudah ada seperti AS, Kanada, dan Eropa, sembari mendiversifikasi pasar dan saluran distribusi ke wilayah potensial baru. Vicostone juga berencana memperkuat kehadiran di Australia dan Selandia Baru melalui sistem distribusi langsung di bawah merek VICOSTONE®.

Di sisi rantai pasok, perusahaan menempatkan kemandirian pasokan sebagai kompetensi inti, dengan menyebut telah melokalisasi dan menguasai lebih dari 95% bahan baku. Langkah ini ditujukan untuk menjaga kendali mutu dan meningkatkan ketahanan terhadap fluktuasi, sekaligus memperketat kepatuhan pemasok pada standar lingkungan guna selaras dengan strategi produk hijau.

Untuk efisiensi operasional, Vicostone mendorong model operasi yang ramping dan hemat biaya, dengan fokus pada optimalisasi produksi, penerapan teknologi, perbaikan proses, serta pengendalian persediaan pada tingkat yang dinilai optimal.

Perusahaan juga menegaskan penguatan manajemen risiko melalui sistem yang komprehensif, proaktif, dan terintegrasi dari produksi, pemasaran, hingga keuangan dan investasi. Selain itu, Vicostone menekankan pembangunan budaya perusahaan dan pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kapabilitas tenaga kerja, penyempurnaan sistem manajemen kinerja, serta pembentukan lingkungan kerja yang kohesif, berorientasi pembelajaran, dan inovatif.

ESG dan arah NetZero

Dalam agenda pembangunan berkelanjutan, Vicostone menyatakan komitmen mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi pengembangan, termasuk di rantai pasok. Perusahaan menyebut mendorong inovasi hijau, transisi menuju ekonomi sirkular, serta peta jalan netralitas karbon menuju NetZero 2050. Fokus yang disampaikan mencakup integrasi ESG dan NetZero ke seluruh sistem, pengembangan material canggih yang ramah lingkungan dan berteknologi tinggi, produksi cerdas yang sirkular dan menurunkan emisi, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi pemangku kepentingan.

Vicostone menyatakan pendekatan manajemen yang hati-hati, proaktif, dan fleksibel diharapkan dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan, yang tidak hanya diukur dari stabilitas indikator keuangan, tetapi juga dari kesejahteraan karyawan, kualitas, serta ketahanan bisnis menghadapi fluktuasi ekonomi global.