PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Agro Wisata pabrik perseroan, Jalan Soekarno-Hatta Km 28, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada 9 April 2026.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Irwan Hidayat sebagai Direktur Utama dan David Hidayat sebagai Direktur perseroan.
RUPST juga mengumumkan pembagian dividen final sebesar Rp441,5 miliar atau Rp15 per saham untuk tahun buku 2025. Dengan dividen interim sebesar Rp647,6 miliar yang telah dibagikan pada November 2025, total dividen yang dibagikan mencapai Rp1,1 triliun, setara dengan 90% dari laba bersih tahun 2025.
Irwan Hidayat menyatakan perseroan berkomitmen memberikan imbal hasil yang konsisten kepada pemegang saham, meski di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang disebut masih penuh tantangan.
Sepanjang 2025, Sido Muncul membukukan penjualan Rp4,08 triliun, naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba bersih Rp1,23 triliun. Kinerja tersebut dicapai di tengah konsumsi masyarakat yang cenderung selektif, fluktuasi nilai tukar, serta dinamika harga bahan baku.
Perseroan mencatat marjin operasi 38% dan marjin bersih 30% pada 2025. Dari sisi ekspor, penjualan tumbuh 31% dan berkontribusi 9% terhadap total penjualan, terutama didorong pasar Malaysia, Nigeria, dan Filipina. Perseroan menilai pertumbuhan ini mencerminkan relevansi produk herbal di pasar berkembang dengan kebutuhan kesehatan yang serupa dengan Indonesia.
Di luar kinerja usaha, Sido Muncul juga menyampaikan penguatan komitmen keberlanjutan setelah menerima penghargaan Ministry of National Development Planning of Indonesia Sustainable Development Goals Action Award. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi perusahaan dalam pengembangan desa herbal, pemberdayaan petani, dan penguatan rantai pasok lokal.
Memasuki 2026, perseroan memandang prospek tetap konstruktif seiring stabilisasi daya beli domestik, meningkatnya perhatian terhadap kesehatan, serta peluang ekspansi internasional. Irwan turut menyinggung kenaikan harga plastik yang berdampak pada kemasan produk, namun menyatakan keyakinannya bahwa profit dan minimal penjualan dapat terjaga.