BERITA TERKINI
Risiko Global Meningkat, Kebijakan Fiskal Dinilai Kunci Menjaga Stabilitas Ekonomi

Risiko Global Meningkat, Kebijakan Fiskal Dinilai Kunci Menjaga Stabilitas Ekonomi

Risiko global yang meningkat menempatkan kebijakan fiskal sebagai salah satu instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi. Di tengah dinamika yang berkembang, arah kebijakan fiskal menjadi perhatian karena berperan dalam meredam tekanan eksternal sekaligus menjaga kesinambungan perekonomian.

Sejumlah isu ekonomi dan keuangan turut menjadi sorotan dalam perkembangan terbaru, mulai dari pengawasan terhadap perusahaan modal ventura berizin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga tantangan industri lembaga keuangan mikro (LKM) dalam menyeimbangkan tingkat inklusi dengan literasi keuangan.

Dari sisi instrumen dan pelaku industri, perhatian juga mengarah pada meningkatnya pamor SRBI di industri dana pensiun konvensional. Sementara itu, aktivitas pasar mencatat adanya aksi beli bersih investor asing senilai Rp933 miliar, disertai perhatian pada saham-saham yang banyak diborong pada Rabu (19/8). Di pasar global, Wall Street dilaporkan pulih dan saham Moderna melonjak lebih dari dua kali lipat.

Di luar sektor keuangan, terdapat perkembangan di bidang nasional dan industri. Kementerian Agama mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 sebesar Rp107,3 juta dengan porsi pembayaran jemaah Rp42,9 juta. Kementerian Agama juga memastikan layanan jemaah tetap berjalan di tengah gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di sektor industri, investasi industri logam disebut mencapai US$8,44 miliar, dengan pameran GIFA&METEC membidik kebutuhan teknologi yang kian besar. Berbagai perkembangan ini menjadi bagian dari lanskap yang turut memengaruhi persepsi risiko dan kebutuhan respons kebijakan, termasuk melalui penguatan kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi.