BERITA TERKINI
Riset: PDB dan Keterbukaan Perdagangan Jadi Faktor Utama Penarik FDI di 10 Negara OKI Teratas

Riset: PDB dan Keterbukaan Perdagangan Jadi Faktor Utama Penarik FDI di 10 Negara OKI Teratas

Arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) kian melintasi batas negara seiring menguatnya globalisasi yang memudahkan mobilisasi barang, teknologi, jasa, dan modal. Dalam konteks ini, negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)—yang beranggotakan 57 negara dan disebut sebagai organisasi kerja sama terbesar kedua setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa—mendorong koordinasi untuk meningkatkan aliran masuk FDI sebagai salah satu penopang pembangunan ekonomi.

FDI dipandang tidak sekadar membawa modal, tetapi juga berpotensi mempercepat transfer teknologi dan mendorong produktivitas, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi. Namun, perkembangan FDI di negara-negara OKI tidak selalu bergerak naik.

Tren FDI OKI: Naik hingga 2008, turun pada 2011–2017

Laporan The Statistical, Economic and Social Research and Training Centre for Islamic Countries (SESRIC) pada 2019 mencatat aliran FDI ke negara-negara OKI meningkat pada periode 2000–2008, dengan puncak pada 2008 mencapai US$182.192 juta atau setara 10,8% dari total FDI dunia. Setelah itu, periode 2011–2017 menunjukkan tren penurunan, dengan titik terendah US$100.633,2 juta atau setara 5,4% dari FDI dunia.

Penurunan tersebut mengindikasikan melemahnya minat investor untuk berinvestasi di negara-negara OKI. Meski demikian, Bank Dunia pada 2020 menyatakan negara anggota OKI menunjukkan upaya serius untuk mendorong aliran masuk FDI guna menunjang pertumbuhan ekonomi.

FDI dinilai penting bagi kondisi sosial-ekonomi negara anggota OKI, mengingat 24% populasi dunia merupakan bagian dari OKI dan kontribusi negara-negara OKI terhadap produk domestik bruto (PDB) dunia mencapai 15,2% pada 2018. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi OKI dinilai searah dengan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Riset menyoroti 10 penerima FDI tertinggi OKI pada 2018

Berangkat dari dinamika tersebut, sebuah penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi aliran masuk FDI pada 10 negara anggota OKI dengan penerimaan FDI tertinggi pada 2018. Sampel penelitian meliputi Indonesia, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Malaysia, Mesir, Oman, Kazakhstan, Maroko, Bangladesh, dan Iran.

Penelitian menggunakan data tahunan periode 2001–2018. Lima variabel independen dianalisis untuk melihat pengaruhnya terhadap FDI, yakni PDB, keterbukaan perdagangan, nilai tukar, inflasi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Data bersumber dari laporan tahunan Bank Dunia serta United Development Program. Metode yang digunakan adalah analisis regresi panel, dan berdasarkan uji pemilihan model (Chow, Hausman, dan Breusch-Pagan), model terbaik yang digunakan adalah random effect model.

Temuan: PDB dan keterbukaan perdagangan berpengaruh signifikan

Hasil penelitian menunjukkan PDB berpengaruh positif terhadap aliran masuk FDI. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan PDB dapat mendorong minat investor untuk berinvestasi. Peningkatan PDB dipahami sebagai sinyal kenaikan pendapatan, konsumsi, produksi, serta permintaan barang dan jasa, yang dinilai memberikan prospek pengembalian investasi yang lebih menjanjikan.

Selain itu, keterbukaan perdagangan juga terbukti secara signifikan mendorong peningkatan aliran masuk FDI di negara-negara OKI. Keterbukaan perdagangan dinilai memperluas pangsa pasar barang dan jasa, meningkatkan akses terhadap teknologi, serta memperluas perkembangan pengetahuan, yang pada akhirnya memperbaiki kinerja produksi dan menarik investor.

Nilai tukar, inflasi, dan IPM tidak signifikan dalam model

Di sisi lain, penelitian ini menyimpulkan nilai tukar, inflasi, dan IPM tidak memiliki peran signifikan dalam memengaruhi aliran masuk FDI pada negara anggota OKI dalam model yang digunakan.

Rekomendasi kebijakan: dorong PDB dan perluas keterbukaan perdagangan

Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan peningkatan aliran masuk FDI dapat ditempuh melalui upaya mendorong PDB serta memperluas keterbukaan perdagangan internasional. Dengan meningkatnya FDI, diharapkan pembangunan ekonomi di negara anggota OKI dapat terdorong.

Implikasi riset ini disebut dapat menjadi pertimbangan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan terkait FDI, termasuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif, terlibat dalam perjanjian perdagangan internasional untuk memperluas pasar, serta meningkatkan produksi yang efisien melalui pemanfaatan teknologi. Hasil penelitian juga dinilai dapat menjadi acuan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi di negara-negara OKI.

  • Penelitian: Supriani, I., & Fianto, B. A. (2020). What drives the inflow of FDI in OIC countries? Evidence from Top 10 hosts of inward FDI flows. Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam, 6(2), 90–104.