Bitcoin (BTC) dinilai mengalami perubahan besar dalam pola pergerakannya di pasar. Menurut temuan terbaru Binance Research, aset kripto terbesar ini tidak lagi sekadar bereaksi terhadap kebijakan makroekonomi, melainkan mulai bergerak lebih awal dan mencerminkan ekspektasi arah ekonomi ke depan.
Laporan tersebut menyebut Bitcoin kini semakin bersifat forward-looking dan pergerakannya kian dipengaruhi investor institusi, terutama setelah peluncuran ETF Bitcoin spot pada 2024.
Sebelum 2024, pergerakan Bitcoin disebut cenderung mengikuti dinamika kebijakan bank sentral AS (The Fed). Saat suku bunga turun, Bitcoin cenderung menguat, sementara saat suku bunga naik, harga cenderung melemah. Pola ini dinilai banyak dipengaruhi investor ritel yang merespons berita dan perubahan kebijakan secara jangka pendek.
Namun, setelah ETF Bitcoin spot diluncurkan, struktur pasar dinilai berubah. Investor institusi masuk dengan pendekatan berbeda, yakni menilai kondisi makro dalam horizon 6 hingga 12 bulan ke depan, bukan semata bereaksi pada perkembangan saat ini.
Binance Research juga menekankan bahwa harga aset banyak ditentukan oleh “pembeli marginal”. Ketika pembeli utama berasal dari institusi dengan analisis makro yang lebih maju, pergerakan harga dinilai lebih mencerminkan ekspektasi masa depan.
Perubahan tersebut, menurut laporan itu, terlihat dari hubungan Bitcoin dengan siklus pelonggaran global (global easing). Sebelum ETF, Bitcoin memiliki korelasi positif sekitar +0,21 terhadap easing, yang diartikan bergerak setelah kebijakan terjadi. Namun setelah ETF, korelasinya disebut berubah menjadi negatif hingga sekitar -0,778, yang mengindikasikan Bitcoin bergerak lebih dulu sebelum kebijakan diumumkan.
Dalam perbandingan yang disampaikan, indeks S&P 500 masih menunjukkan pola reaktif terhadap kebijakan, berbeda dengan Bitcoin yang dinilai mulai mendahului.
Binance Research menilai perubahan ini membawa sejumlah implikasi: Bitcoin semakin dipengaruhi aliran dana institusional, pergerakan harga lebih mencerminkan ekspektasi ketimbang reaksi, serta pasar dinilai menjadi lebih matang dan berbasis analisis makro.
Dengan perkembangan tersebut, Bitcoin disebut tidak lagi hanya dipandang sebagai aset spekulatif, tetapi mulai berfungsi sebagai indikator awal dalam siklus ekonomi global. Masuknya investor institusi melalui ETF dinilai menjadi titik balik penting dalam evolusi Bitcoin, yang kini kian terintegrasi dengan sistem keuangan global.