Stabilitas energi global kembali menjadi sorotan setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Situasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu pasokan dan memicu ketidakpastian di pasar energi internasional.
Dalam konteks ini, Indonesia dipandang perlu meninjau ulang strategi ketahanan energinya untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari dinamika geopolitik. Peninjauan tersebut mencakup kesiapan menghadapi kemungkinan tekanan terhadap ketersediaan energi serta risiko kenaikan harga.
Salah satu fokus yang disorot adalah penguatan transportasi berbasis rel. Pendekatan ini dipandang sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan energi di sektor transportasi sekaligus memperkuat ketahanan ketika terjadi guncangan pada rantai pasok energi global.
Dengan meningkatnya ketidakpastian, pembahasan mengenai strategi ketahanan energi kembali mengemuka, termasuk perlunya langkah-langkah yang lebih terarah pada sistem transportasi yang dinilai lebih efisien dan terintegrasi.

