Perkembangan konflik Iran dan Israel serta sejumlah peristiwa internasional lain menjadi perhatian pembaca sepanjang sepekan edisi Senin (23/6/2025) hingga Minggu (29/6/2025). Salah satu kabar yang menonjol adalah pengumuman Iran mengenai berakhirnya perang 12 hari melawan Israel. Di sisi lain, nama Agam Rinjani ramai diperbincangkan setelah mengevakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang meninggal saat mendaki Gunung Rinjani.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (24/6/2025) menyatakan perang 12 hari melawan Israel telah berakhir. Dalam pesan yang disiarkan kantor berita pemerintah IRNA, Pezeshkian menyebut Israel sebagai pihak yang memulai perang. Ia mengatakan, “Hari ini, setelah perlawanan heroik bangsa kami, yang kegigihannya mencatatkan sejarah, kita menyaksikan penegakan gencatan senjata dan berakhirnya perang 12 hari yang diawali provokasi (Israel),” sebagaimana dikutip dari AFP.
Dari Indonesia, Agam Rinjani mendapat sorotan warganet dan media Brasil setelah mengevakuasi jenazah Juliana Marins. Juliana dilaporkan tewas saat pendakian di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Timur. Agam menarik perhatian setelah membagikan video proses evakuasi dari jurang sedalam 600 meter, serta melakukan siaran langsung proses evakuasi melalui akun media sosialnya pada Rabu (25/6/2025).
Di Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan terima kasih kepada Iran karena memberi pemberitahuan terlebih dahulu sebelum menyerang pangkalan militer AS di Qatar pada Senin (23/6/2025). Trump menyatakan peringatan dini tersebut membantu mencegah korban jiwa dan menghindari kerusakan besar. “Saya ingin berterima kasih kepada Iran karena memberi kami pemberitahuan awal, yang memungkinkan tidak ada nyawa hilang, dan tidak ada yang terluka,” tulisnya di media sosial Truth Social.
Masih terkait ketegangan di kawasan, laporan lain mengulas cara Amerika Serikat melakukan serangan ke Iran pada Minggu (22/6/2025). Sejumlah pesawat pengebom B-2 sempat terlihat lepas landas dari Missouri menuju Guam di Pasifik dan dinilai sebagai bagian dari persiapan. Namun, menurut para ahli yang dikutip Reuters, penerbangan itu disebut sebagai umpan, sementara serangan sebenarnya melibatkan tujuh bomber B-2 yang terbang langsung dari AS ke arah timur tanpa terdeteksi selama 18 jam.
Dari Singapura, seorang bocah 5 tahun asal Indonesia dilaporkan dipukul dengan botol anggur saat duduk di area luar kedai kopi Arabica Singapore di Arab Street, Haji Lane, pada Jumat (20/6/2025). Winda, ibu korban, mengatakan kepada media setempat Mothership bahwa kejadian bermula ketika keluarganya menunggu salat Jumat di Masjid Sultan. Seorang pemuda yang membawa botol anggur tiba-tiba memukul kepala anaknya dari belakang.
Peristiwa di Gunung Rinjani juga kembali disorot lewat kisah pendaki Irlandia, Paul Farrell, yang hampir mengalami nasib serupa dengan Juliana Marins. Farrell, berusia 32 tahun, mengalami kecelakaan pada Oktober tahun lalu dan terjatuh sekitar 200 meter di medan curam. Ia menceritakan bahwa bagian awal pendakian terasa mudah, namun upaya menuju puncak menjadi lebih sulit.
Sementara itu, kondisi tiga situs nuklir utama Iran pascaserangan AS juga menjadi perhatian. AS menggempur fasilitas Fordo, Natanz, dan satu situs lainnya pada Sabtu (21/6/2025) malam waktu setempat. Serangan tersebut dinilai menandai perubahan dari pendekatan diplomatis Trump menjadi penggunaan kekuatan militer. Trump mengeklaim situs-situs nuklir Iran telah dihancurkan, tetapi sejumlah pejabat Iran menepis klaim itu dan menyebut dampaknya tidak signifikan, serupa dengan penilaian mereka saat Israel menyerang fasilitas Iran pada 13 Juni 2025. Dampak serangan dilaporkan berdasarkan citra satelit terbaru serta laporan pakar pertahanan dan pengawas nuklir dunia.

