SURABAYA — Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Jawa Timur menegaskan pentingnya percepatan transformasi berbasis teknologi sebagai strategi untuk menjaga daya saing sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global.
Pernyataan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) II JAPNAS Jawa Timur yang digelar Sabtu (11/4/2026) di Novotel Surabaya Hotel & Suites. Forum ini mengusung tema “Transformasi Berbasis Teknologi: Mewujudkan Indonesia Emas yang Berdaya Saing dan Berdaulat”.
Perwakilan PP Harian JAPNAS, Ir. Widianto Saputro, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa dunia usaha perlu beradaptasi cepat menghadapi situasi global yang tidak menentu, termasuk dampak gejolak geopolitik, kenaikan harga energi, dan gangguan rantai pasok.
“Kita menghadapi situasi global yang tidak menentu. Pengusaha tidak bisa lagi mengandalkan pola lama. Transformasi berbasis teknologi adalah keharusan jika kita ingin tetap bertahan sekaligus unggul dalam persaingan,” ujarnya.
Menurut Widianto, digitalisasi perlu menjadi tulang punggung untuk membangun efisiensi, memperkuat ketahanan bisnis, serta memperluas akses pasar, terutama bagi pelaku usaha di daerah.
Sementara itu, Ketua Umum JAPNAS Jawa Timur, Mohammad Supriyadi, S.T., M.T., CAPM., menilai tantangan global dapat menjadi momentum memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Teknologi hari ini bukan sekadar alat bantu, tetapi fondasi utama dalam membangun daya saing. Kita harus mendorong transformasi yang inklusif, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan memastikan kemandirian ekonomi agar tidak bergantung pada pihak luar,” kata Supriyadi.
Ia juga menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional, dengan kontribusi besar pada sektor industri, perdagangan, dan investasi. Namun, ia menekankan bahwa potensi tersebut dinilai tidak akan optimal tanpa percepatan transformasi digital.
Dalam Rakorwil II, JAPNAS Jatim merumuskan sejumlah langkah konkret yang diarahkan pada lima sektor kunci, yakni pertanian melalui penerapan smart farming berbasis teknologi untuk menjaga ketahanan pangan; industri lewat konsep industrial sharing guna meningkatkan efisiensi kapasitas produksi; logistik melalui digitalisasi rantai pasok untuk mempercepat distribusi dan meningkatkan transparansi; kesehatan lewat penguatan layanan medis digital untuk memperluas akses; serta pariwisata melalui digitalisasi destinasi dan ekonomi kreatif guna meningkatkan daya tarik di tingkat global.
Forum tersebut juga menekankan pentingnya sinergi antara pengusaha, pemerintah, dan akademisi dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang kuat dan berkelanjutan.
Rakorwil II JAPNAS Jawa Timur dipandang sebagai penegasan peran pelaku usaha tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai aktor strategis dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
“Dengan langkah transformasi yang terarah dan kolaboratif, JAPNAS optimistis bahwa visi besar Indonesia Emas 2045 dapat dicapai melalui penguatan peran pengusaha yang adaptif, inovatif, dan berintegritas,” ujar Supriyadi.