BERITA TERKINI
Putin Buka Opsi Hentikan Pasokan Gas Rusia ke Uni Eropa

Putin Buka Opsi Hentikan Pasokan Gas Rusia ke Uni Eropa

Rusia membuka kemungkinan untuk menghentikan seluruh pasokan gasnya ke Uni Eropa (UE) dan mengalihkan ekspor energi ke pasar lain. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Moskow tidak ingin menunggu hingga larangan impor dari Brussel benar-benar berlaku.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto di Kremlin pekan lalu, Putin mengatakan wacana penghentian pasokan itu bukan didorong motif politik. Ia menyebut, jika Rusia pada akhirnya akan diputus dari pasar UE dalam satu atau dua bulan, maka penghentian bisa dipertimbangkan lebih cepat agar pasokan dapat dialihkan kepada negara yang dinilai sebagai mitra tepercaya.

Meski demikian, Putin menegaskan hal tersebut belum menjadi keputusan final. Ia menyebut pernyataannya masih sebatas pertimbangan dan mengatakan akan menginstruksikan pemerintah untuk membahas isu itu bersama perusahaan-perusahaan Rusia.

Putin juga menyatakan Rusia dapat mengalihkan pasokan gas ke “pasar berkembang,” seiring niat UE yang berulang kali menyampaikan rencana untuk menghentikan sepenuhnya penggunaan sumber daya Rusia. Ia menilai krisis energi di UE merupakan hasil dari “kebijakan yang salah arah” yang dijalankan otoritas blok tersebut selama bertahun-tahun.

Usai pertemuan dengan Putin, Szijjarto mengatakan Budapest telah memperoleh jaminan pasokan minyak dan gas dari Moskow. Ia menyebut Rusia dan Hungaria sepakat bekerja sama untuk mendiversifikasi jalur pasokan energi.

Menurut Szijjarto, kedua pihak juga sepakat mencari solusi alternatif apabila jalur transportasi menjadi tidak tersedia. Ia mencontohkan, jika pengiriman minyak melalui pipa terus menghadapi kesulitan, maka opsi transportasi laut akan dipertimbangkan.

Hungaria dan Slovakia disebut baru-baru ini mengalami gangguan pasokan minyak mentah Rusia setelah Ukraina menutup jalur pipa minyak Druzhba pada akhir Januari. Kiev menyatakan penutupan dilakukan karena saluran tersebut rusak akibat serangan jarak jauh Rusia, klaim yang dibantah oleh Moskow.

Budapest dan Bratislava menuduh Kiev melakukan “pemerasan,” dengan menyatakan penghentian pasokan dilakukan secara sengaja untuk alasan politik dan mengancam akan membalas. Slovakia menghentikan skema pasokan listrik daruratnya untuk Ukraina, sementara Hungaria memveto usulan pinjaman UE senilai USD106 miliar untuk Kiev serta paket sanksi anti-Rusia terbaru.