BERITA TERKINI
Presiden Bank Dunia: Dampak Ekonomi Penutupan Selat Hormuz Tak Akan Pulih Cepat

Presiden Bank Dunia: Dampak Ekonomi Penutupan Selat Hormuz Tak Akan Pulih Cepat

Presiden Bank Dunia Ajay Banga memperingatkan bahwa dampak ekonomi akibat konflik Amerika Serikat (AS) bersama Israel melawan Iran tidak akan pulih secara cepat, bahkan jika Selat Hormuz kembali dibuka dalam waktu dekat. Menurutnya, kerusakan yang sudah terjadi tidak akan hilang dalam semalam.

Pernyataan itu disampaikan Banga dalam pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington pada 15 April. Ia menekankan negara-negara yang terdampak perlu bersiap menghadapi destabilisasi selama berbulan-bulan ke depan.

Untuk merespons skala krisis, Bank Dunia menyiapkan rencana respons krisis tiga fase yang disebut sebagai dana perang (war chest). Pada fase pertama, Bank Dunia menyiapkan akses instan berupa dana darurat sekitar USD20 miliar hingga USD25 miliar yang dapat diakses negara-negara terdampak tanpa memerlukan persetujuan baru.

Pada fase kedua, apabila konflik berlanjut hingga enam bulan, Bank Dunia menyatakan siap menyalurkan hingga USD60 miliar. Banga juga membandingkan besaran dukungan tersebut dengan penanganan pandemi, ketika Bank Dunia mengerahkan sekitar USD70 miliar selama seluruh periode Covid-19.

Selain itu, negara-negara terdampak juga dapat memanfaatkan dana yang sebelumnya telah disetujui namun belum dicairkan tanpa persetujuan tambahan dari dewan, sehingga mempercepat respons dalam situasi krisis.