Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah belum akan terburu-buru mengambil keputusan untuk keluar dari forum perdamaian internasional Board of Peace (BoP). Pemerintah memilih memaksimalkan jalur diplomasi melalui forum tersebut sebagai upaya mendorong terciptanya perdamaian dunia.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan Prabowo ingin memastikan berbagai upaya diplomasi dilakukan terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan langkah keluar dari BoP. Menurut Nusron, Presiden memandang BoP sebagai sarana ikhtiar menuju perdamaian yang perlu dicoba sebelum mengambil keputusan lain.
Meski demikian, Nusron menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak terkait posisi Indonesia di BoP. Ia menyatakan pemerintah akan mendengarkan saran yang berkembang sambil mencermati keadaan, namun tetap meyakini diplomasi sebagai jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian, bukan peperangan.
Nusron juga menyampaikan Presiden sempat mempertanyakan alternatif forum yang dapat digunakan Indonesia untuk mendorong perundingan damai apabila Indonesia keluar dari BoP. Menurutnya, Presiden menilai forum perundingan perdamaian terkait Palestina dan Gaza saat ini hanya tersedia di BoP, yang juga menjadi dasar kesepakatan Indonesia bersama delapan negara untuk mendorong perundingan melalui forum tersebut.
Pernyataan Nusron disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat, 6 Maret 2026 dini hari. Sebelumnya, Prabowo menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama para kiai serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis malam, 5 Maret 2025, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Sejumlah tokoh agama hadir dalam pertemuan itu, antara lain Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Miftachul Akhyar, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga mendampingi Presiden, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

