BERITA TERKINI
Perdagangan Luar Negeri Tiongkok Tumbuh 15% pada Kuartal I 2026, Impor Melonjak Hampir 20%

Perdagangan Luar Negeri Tiongkok Tumbuh 15% pada Kuartal I 2026, Impor Melonjak Hampir 20%

BEIJING — Perdagangan luar negeri Tiongkok mengawali 2026 dengan pertumbuhan kuat pada kuartal pertama. Data General Administration of Customs (GAC) menunjukkan total nilai impor dan ekspor barang naik 15 persen secara tahunan menjadi 11,84 triliun yuan (sekitar 1,73 triliun dolar AS), sekaligus menjadi rekor tertinggi untuk periode kuartal pertama dan laju pertumbuhan kuartalan tercepat dalam lima tahun.

Pejabat GAC Wang Jun mengatakan kinerja tersebut mencerminkan awal tahun yang solid. Ia mengaitkannya dengan fondasi ekonomi yang stabil, pelaku pasar yang dinamis, serta lonjakan impor.

Dalam tiga bulan pertama 2026, ekspor Tiongkok tumbuh 11,9 persen menjadi 6,85 triliun yuan. Sementara itu, impor meningkat lebih tinggi, yakni 19,6 persen menjadi 4,99 triliun yuan. GAC juga mencatat total nilai perdagangan telah bertahan di atas 10 triliun yuan selama 12 kuartal berturut-turut.

GAC menilai strategi diversifikasi pasar turut memperluas jejaring perdagangan Tiongkok. Pada kuartal pertama, perdagangan dengan negara peserta Belt and Road Initiative meningkat 14,2 persen dan mencakup 51,2 persen dari total perdagangan. Perdagangan dengan ASEAN, Amerika Latin, Afrika, dan Uni Eropa juga tercatat tumbuh dua digit.

Dari sisi keseimbangan perdagangan, impor pada kuartal pertama tumbuh hampir 20 persen, dengan laju 7,7 poin persentase lebih tinggi dibanding ekspor, dan mencapai rekor tertinggi untuk periode yang sama. GAC menyebut akselerasi produksi industri mendorong impor bahan baku, sedangkan kebijakan untuk mendorong konsumsi serta perpanjangan libur Tahun Baru Imlek mendukung pemulihan impor barang konsumsi. Data juga menunjukkan impor bijih mineral logam, serta produk mekanik dan elektronik, tumbuh dua digit pada periode ini.

Di sisi ekspor, GAC mencatat pergeseran ke produk berteknologi lebih tinggi dan lebih ramah lingkungan menjadi salah satu penggerak. Ekspor kendaraan listrik naik 77,5 persen, baterai lithium meningkat 50,4 persen, dan turbin angin bertambah 45,2 persen secara tahunan pada kuartal pertama. Produk lain seperti komponen penyimpanan dan peralatan pembangkit listrik juga mencatat kenaikan.

Perusahaan swasta disebut menjadi kekuatan utama dalam kinerja tersebut. Pada kuartal pertama, total impor dan ekspor perusahaan swasta mencapai 6,78 triliun yuan, dengan pertumbuhan ekspor 12,7 persen, lebih tinggi daripada rata-rata nasional. GAC menyatakan perusahaan swasta memanfaatkan fleksibilitas dan inovasi untuk mempertahankan pasar tradisional sekaligus memperluas pasar baru.

Dalam kebijakan keterbukaan, Tiongkok menerapkan perlakuan bebas tarif pada 100 persen pos tarif untuk produk dari negara kurang berkembang yang memiliki hubungan diplomatik, mulai 1 Desember 2024. Selain itu, mulai 1 Mei tahun ini, Tiongkok akan sepenuhnya menerapkan langkah bebas tarif untuk 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik.

Pada kuartal pertama 2026, volume perdagangan Tiongkok dengan Afrika mencapai 646,56 miliar yuan, naik 23,7 persen. Sebagai indikator awal kebijakan tersebut, Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan mencatat volume perdagangan barang meningkat 38,5 persen menjadi 84,53 miliar yuan, sementara transaksi belanja yang diawasi bea cukai tumbuh 25,7 persen di pasar bebas lepas pantainya.

GAC juga melaporkan perusahaan yang didanai asing membukukan pertumbuhan perdagangan dengan hampir 170 negara dan kawasan pada kuartal pertama, dengan hampir 60 persen dari perusahaan tersebut mencatat pertumbuhan. Wang menyebut Tiongkok sebagai landasan stabilitas global dan menilai keterbukaan tingkat tinggi akan memperluas peluang bagi perusahaan asing untuk berkembang di negara itu.