Peningkatan anggaran militer dinilai berpotensi membahayakan agenda pemulihan iklim global. Dalam konteks ini, urgensi diplomasi keadilan iklim Indonesia disebut semakin penting untuk menjaga fokus dan komitmen terhadap upaya penanganan krisis iklim.
Isu perang dan eskalasi belanja pertahanan dipandang dapat mengalihkan perhatian serta sumber daya yang seharusnya mendukung program pemulihan iklim. Kondisi tersebut dikhawatirkan memperlemah agenda iklim di tingkat internasional.
Di tengah situasi tersebut, diplomasi keadilan iklim menjadi sorotan sebagai langkah yang diperlukan untuk mendorong kebijakan dan kerja sama global agar tetap berpihak pada pemulihan iklim dan tidak tergerus oleh prioritas lain.

