Amerika Serikat mulai mengkhawatirkan perkembangan alat utama sistem pertahanan (alutsista) China, terutama kemampuan rudal yang dinilai terus meningkat dan berpotensi menjangkau wilayah AS.
Pentagon menyatakan penguatan militer China membuat wilayah Amerika Serikat semakin rentan. Pernyataan tersebut dilaporkan dalam laporan Pentagon pada Selasa (30/12).
Dalam laporan itu, AS menyebut kekhawatiran terhadap langkah China yang terus memperkuat kemampuan nuklir serta rudal konvensional jarak jauh. Pentagon juga menilai rudal memegang peran kunci dalam strategi China untuk menghadapi kemungkinan intervensi AS.
Pentagon menambahkan, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dipandang sebagai komponen penting dalam upaya penguatan kekuatan di Asia Timur, bahkan disebut berpotensi menggantikan AS sebagai negara terkuat di dunia.
Di sisi lain, Presiden Xi Jinping disebut memiliki tujuan ambisius terkait penguatan kemampuan rudal China. Pentagon juga menilai rudal balistik jarak menengah (IRBM) China dapat menimbulkan ancaman signifikan terhadap kemampuan militer AS.
China disebut memiliki DF-26, yang dinyatakan sebagai rudal balistik konvensional pertama Tiongkok yang mampu menyerang wilayah AS paling barat di Pasifik. Informasi mengenai kemampuan tersebut disampaikan oleh Proyek Pertahanan Rudal dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS).

