Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dengan memperkuat sinergi bersama pelaku usaha. Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan coffee morning dan ramah tamah yang digelar di Gedung Administrator KEK Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Jumat (17/4/2026).
Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, hadir mewakili Bupati Simalungun bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah. Dalam forum tersebut, pemerintah menyerap aspirasi pelaku usaha sekaligus memaparkan langkah-langkah yang disiapkan untuk mendukung iklim investasi di kawasan industri tersebut.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, Pemkab menyebut KEK Sei Mangkei memiliki posisi penting sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Utara. Karena itu, kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai diperlukan agar manfaat KEK dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kota Perdagangan. Fasilitas ini ditargetkan menjadi pusat peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi kebutuhan industri di KEK Sei Mangkei.
Pemkab juga menyatakan akan mempercepat koordinasi pembangunan infrastruktur pendukung, mulai dari tempat pembuangan akhir (TPA), kawasan hunian pekerja, hingga penguatan kelembagaan melalui rencana pembentukan satuan tugas khusus KEK Sei Mangkei. Selain itu, dukungan terhadap peningkatan kualitas jalan provinsi di sekitar kawasan turut menjadi bagian dari strategi untuk memperlancar mobilitas logistik dan investasi.
Dalam pesannya, Bupati menekankan bahwa keberadaan KEK Sei Mangkei diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi global dengan menghadirkan peluang kerja serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemkab juga menyatakan optimistis kawasan ini tetap menarik bagi investor dengan adanya kepastian hukum dan kemudahan perizinan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Administrator KEK Sei Mangkei, Irwan Hercules Sitorus, menyampaikan tren positif kinerja kawasan. Ia menyebut pertumbuhan produksi mencapai 19,1 persen dengan kontribusi ekspor 13,3 persen, serta lebih dari 70 persen produk telah menembus pasar internasional.
“Total sudah ada 29 pelaku usaha yang beroperasi. Ke depan, dukungan infrastruktur masih menjadi kebutuhan utama agar pertumbuhan ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Perwakilan PT KINRA, Alwin Abdi, menilai pertemuan tersebut penting sebagai ruang konsolidasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Ia berharap komunikasi yang terbangun dapat menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan di lapangan.
Diskusi interaktif yang digelar di akhir acara menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kendala sekaligus mencari solusi bersama. Forum itu menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong KEK Sei Mangkei berkembang sebagai kawasan industri berkelas dunia sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.