Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Wijayanto menyatakan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan meski dihadapkan pada tantangan ekonomi global yang terus berkembang. Ia menegaskan pemerintah telah menyiapkan strategi komprehensif untuk mengantisipasi potensi perlambatan ekonomi dunia yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.
Menurut Wijayanto, optimisme tersebut didasarkan pada penilaian terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tangguh dan telah teruji menghadapi krisis pada periode sebelumnya. Pemerintah meyakini, dengan pengelolaan yang tepat, Indonesia dapat terus tumbuh sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Wijayanto memaparkan sejumlah faktor yang disebut menjadi modal utama. Di antaranya ketersediaan sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar dengan daya konsumsi yang meningkat, serta pembangunan infrastruktur yang terus berlanjut untuk mendukung aktivitas ekonomi. Ia juga menyoroti pertumbuhan sektor digital dan ekonomi kreatif yang dinilai berkontribusi pada diversifikasi sumber pendapatan nasional.
Selain itu, pasar domestik yang besar disebut memberikan ruang gerak lebih fleksibel karena perekonomian tidak sepenuhnya bergantung pada ekspor. Pemerintah juga menilai investasi berkelanjutan dalam pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai keunggulan kompetitif untuk jangka panjang.
Untuk menjaga laju pertumbuhan di tengah ketidakpastian pasar global, pemerintah menyiapkan instrumen kebijakan yang diarahkan pada penguatan sektor-sektor prioritas. Wijayanto menyebut sektor yang menjadi perhatian antara lain industri manufaktur, pertanian modern, energi terbarukan, serta pariwisata berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat guna membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Program pengembangan daerah tertinggal dan pemberdayaan usaha kecil menengah juga disebut menjadi fokus agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata.
Wijayanto menambahkan, keyakinan pemerintah tidak hanya bertumpu pada optimisme, tetapi juga pada indikator yang dinilai positif dalam beberapa tahun terakhir, seperti pertumbuhan produk domestik bruto yang konsisten, stabilitas nilai tukar rupiah yang relatif terjaga, serta cadangan devisa yang memadai. Pemerintah, kata dia, akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan siap menyesuaikan kebijakan jika diperlukan.
Dengan persiapan dan strategi yang dinilai jelas, pemerintah memandang Indonesia mampu melewati periode transisi ekonomi global dan memperkuat fondasi menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.